Jalan-jalan lagi! Kali ini aku menjajah Jawa Timur Park, atau biasa disingkat Jatim Park. Hehehe. Thanks to my parents for taking me and my brothers spend the Sunday at this so-called fun place.
It wasn’t my first time here, tapi tadi aku keliling-keliling as if I’ve never been here before. Sibuk foto-foto dengan pose kombinasi wajar dan sinting. Awalnya kita malah masuk ke pasarnya dulu, yang banyak ngejualin buah, keripik, kue, kerajinan tangan, sampe bunga-bungaan (my mom’s getting crazy about this section). Jadi sebelum kita bahkan mencicipi satu wahana pun, the hands of the six of us were full of stuff. Beli keripik untuk ngemil lah, beli buah untuk oleh-oleh lah, beli chiki-chikian (hehe, istilahku) untuk di mobil lah, sampe beli bunga (yep, she did) untuk dipasang di rumah. Kelar dari situ, baru deh kita masuk. Harga tiket untuk musim liburan ini adalah 40 rebu per orang, tapi itu adalah tiket terusan. Sayang juga sih kalo tar pas masuk ternyata gak nyoba semua maenannya.

ANEH: Such pointless poses.
But what can we do? It’s a Sunday, it’s a holiday, it’s a day of sun fully shining. Sebuah kondisi dimana kita harus sanggup memaklumi sesuatu yang kalo di hari-hari biasa kita suka rutukin–rame! Ya, semua jenis manusia tumplek blek di Jatim Park. Waktu masuk di rute-rute kayak kesenian daerah, stupa-stupa kuno, miniatur kebun binatang, fosil binatang, dan sebagenya sih gak serame itu. Begitu masuk di area permaenannya… duuuh, kasian sandal baruku…
Tadinya mo masuk ke wahana Rumah Hantu, tapi buset antriannya panjang banget. Akhirnya kita mutusin untuk beralih ke wahana Tornado. Yang sama kayak di Dufan itu lho (alhamdulillah tadi tidak terjadi apa-apa yang berarti, seperti ini). Yang ayahku sempet gak percaya, “emang disini ada Tornado?”
Well, glad he didn’t see me and my two brothers naek alat aneh itu. Yah, ngantri sampe setengah jam gak berasa deh. Aku tertarik untuk ikut naek karena rasanya seru aja, maen adrenalin gitu. Gak tau lah. Sebenernya gak berani. Tapi sok kuat. Dan jadilah aku naek Tornado.
Ternyata emang serem banget. Takut banget alat pengaman itu jatoh. Soalnya kita kan yang pake acara dijungkirbalikin gitu. Arrgghh! Ya, ya, ya… I know I may seem like ndeso, tapi faktanya gak semua orang (baca: perempuan) berani naek ginian! (to be honest, this IS my first time riding this kinda tool). Hii… tegang abis. Takuuut banget. Sampe jerit-jerit gitu deh tadi. Upside down gitu… serasa semua isi perut tumpah lewat mulut. Kind of ’sharp’, though. I enjoyed every single experience from that.
Tapi kalo inget kejadian itu, kadang aku suka malu sendiri. Kenapa? Karena… karena orang-orang menertawakan aku disebabkan oleh sesuatu yang konyol yang terjadi padaku, during the show… yah, the point is people laughed and (maybe) made fun of me. Penyebabnya akan lebih bijak jika tidak disebarluaskan di blog yang terlalu naif ini. Setuju? Iya.
Selesai naek wahana yang mengasyikkan-dan-memalukan itu, kita pulang. Cape banget… tapi enak tadi sempet makan es krim. Sebelum itu kita juga makan bakso. Di mobil, aku ketiduran, sampe tiba-tiba terdengar suara rem tangan berdecit tanda mobil berenti untuk waktu lama. Yep, it’s time to have lunch! (padahal udah jam tiga sore). Kita makan masakan Padang yang oh-so-yummy, trus abis gitu solat dulu di mesjid yang areal wudhu untuk perempuannya kerendem aer es sematakaki (it was freezing…). Dan setelah solat, dimulailah perjalanan kembali ke Surabaya.

NYATE: Adeku makan sate yang terbuat dari lilin.
Selama perjalanan, aku dan adek-adekku sempet ngemil chiki-chikian yang tadi dibeli dulu. Abis gitu, as I was stunned to see the clear, reddish sky outside the window of the fast-speed car (kinda my dad’s habit), aku dengerin lagu-lagu yang ada di PDA aku. Sampe akhirnya aku ketiduran lagi, beberapa saat setelah adzan maghrib terdengar sayup-sayup di luar. Jalanan macet, posisi duduk enak, mata jadi gak bisa diajak melek.
Sekitar jam setengah delapan kita udah masuk Surabaya, dan setelah itu langsung memasuki sebuah restoran di deket rumah untuk makan malem. Dan… here I am now, preparing to take a rest.
What a day, akhirnya bisa jalan-jalan ke luar kota lagi, with happy hearts… 