6 Tanda Kamu Betul-betul Jatuh Cinta

November 19, 2011 at 6:44 pm 4 comments


Sebetulnya, ketika kamu mencintai seseorang, apakah kamu betul-betul yakin bahwa cintamu betul-betul cinta yang sesungguhnya atau jangan-jangan kamu cuma kagum, suka, respek, kasmaran, atau malah nafsu?

Aku melakukan riset yang dikumpulkan dari tulisan-tulisan, pengalaman orang-orang, dan tentunya pengalaman aku sendiri dalam mengenali cinta, dan semua itu akan aku rangkum dalam tips berikut: gimana cara mengetahui bahwa kamu betul-betul cinta dia? Cinta disini bisa juga berarti sayang. Aku kurang paham bedanya, biasanya aku hanya meresapi rasanya🙂

Sudah siap? Apa yang aku tulis mungkin berbeda dengan tips mengenali cinta yang biasa kamu temukan di Google, karena semua ini ditulis berdasarkan pengamatan dan pengalaman, melibatkan logika dan perasaan, dan bukan untuk kepentingan menjaring pembaca atau tulisan iseng semata.

1. Kagum

Setiap kali melihatnya, walau mungkin berlangsung setiap hari, kamu tetap saja mengagumi bentuk wajahnya, sinar matanya, caranya tertawa, atau sentuhan jarinya. Walau dia sedang berada dalam kondisi kurang baik, misalnya sakit atau bete, di matamu dia tetap mempesona. Kamu nggak akan ilfil ngeliat dia muntah, ngupil, kentut, atau bajunya kusut dan bau. Sebaliknya kamu akan menolongnya memperbaiki kekurangan-kekurangannya, yang ajaibnya akan kamu lakukan dengan sangat tulus dan nggak mengharapkan balesan. Intinya, tiba-tiba, semua kekurangan dia hanya sekedar menjadi bagian darinya aja, yang dengan tulus kamu terima, atau kamu koreksi kalo dibutuhkan, bukan jadi ganjelan yang bikin perasaanmu kepadanya padam.

2. Peduli dengan Keluarganya

Betapapun kamu adalah orang yang tertutup atau cuek, begitu kamu mencintai seseorang, maka kamu merasa kamu juga mencintai keluarganya. Atau setidaknya peduli dengan mereka. Kamu akan bertanya keadaan ibunya, sekolah adek-adeknya, pekerjaan ayahnya. Walaupun kamu mungkin tidak berkontribusi langsung terhadap masalah di keluarganya, kamu menunjukkan perhatian dengan menanyakan itu pada pasanganmu dan mungkin sesekali berusaha melakukan sesuatu yang lebih nyata seperti mengunjungi mereka, memberikan hadiah-hadiah, atau sekedar menanyakan kabar melalui sms atau telfon. Bagimu, keluarganya sama pentingnya dengan pasanganmu.

3. Seks yang Bukan Seks

Cinta selalu berjalan beriringan dengan seks. Itu nggak bisa dipungkiri. Pertanyaannya, seks memiliki pengertian yang luas, nggak sekedar berhubungan intim aja. Beberapa orang menganggap berciuman adalah kegiatan yang seharusnya tidak boleh dilakukan jika belum menikah, tapi beberapa orang lain berpendapat sebaliknya. Maksudku disini adalah, setiap orang punya batasan dan prinsip sendiri mengenai seks, dan ketika hal itu terjadi pada orang-orang yang saling mencintai, seks seharusnya menjadi bagian dari manifestasi cinta mereka, yang mengalir tanpa tipu daya apalagi paksaan, yang terwujud bukan semata karena dorongan nafsu, tapi juga harus ada cinta. (Sekali lagi aku tekankan, seks bukan berarti hubungan intim.)

Apakah cinta ada hubungannya dengan seks? Menurutku, mutlak HARUS ada. Sebab kalo nggak ada, maka seks akan menjadi sesuatu yang murah, yang tidak berarti, dan tidak pantas dilakukan orang-orang yang katanya saling mencintai. Sedangkan seks yang dilakukan karena cinta dibentuk oleh pola pikir yang berbeda: kamu melakukannya, namun kamu tetap menghormatinya dan akan terus menjaganya. (malah mungkin kamu akan semakin protektif.) Kamu tidak akan memaksanya jika dia menolak. Kamu melakukannya, namun kamu tidak menyesalinya dan tidak lantas menganggap hubungan kalian hina. Kamu siap bertanggung jawab dengan konsekuensinya, termasuk untuk terus mencintainya sekalipun kamu ternyata menghadapi fakta bahwa kalian tidak menjalani hubungan yang pada awalnya kamu anggap “bersih dari seks”. (seks yang didasari cinta biasanya muncul tanpa direncanakan, dan justru biasanya dihindari pada awalnya.)

Sekali kamu berpikir “aku sudah melakukannya sama dia, berarti dia nggak pantes lagi dapet cintaku” maka kamu sudah melakukan kesalahan dalam persepsimu dan sebaiknya pikirkan lagi tentang kelanjutan hubungan kalian.

4. Bahagia Melihatnya Bahagia

Termasuk jika ternyata dia mencintai orang lain. Saat kamu mencintai dia, maka kamu akan menerima semua keputusannya (yang tidak merugikan pihak manapun), kamu akan setia mendukungnya, kamu nggak akan mengkritik, dan kamu akan sabar mengikuti semua perkembangannya. Walaupun kamu tidak menyukai apa yang kamu lihat, jika itu baik untuknya, kamu akan menerimanya tanpa rasa muak atau dendam. Memang sulit, tapi begitu seseorang sudah masuk di fase ini, berarti cintanya tidak perlu diragukan lagi, karena itu artinya dia berhasil singkirkan egonya: ego memiliki pasangannya seutuhnya. Mungkin inilah tanda-tanda cinta yang sesungguhnya: penerimaan yang tulus dan sejati.

5. Mendoakan Dia

Saat kamu jatuh cinta, kamu akan menginginkan hal-hal terbaik terjadi dalam hidupnya. Termasuk salah satunya kamu ingin menjadikan dia pasanganmu untuk selamanya. Maka kamu akan berdoa untuknya. Berdoa untuk kebahagiaannya, untuk tercapainya keinginan dan impiannya, untuk kebahagiaan keluarganya. Dan kamu juga berdoa agar kamu bisa selalu membuatnya bahagia, walaupun mungkin harus mengorbankan kebahagiaanmu. Kamu tidak lagi memikirkan keinginan-keinginanmu sendiri. Tiba-tiba namanya menyeruak dalam tiap bisik doamu, murni semata-mata karena dia ada dalam hati dan pikiranmu.

6. Menikah

Ini finalnya. Kamu pantas disebut betul-betul jatuh cinta jika kamu mengajukan lamaran ke orangtuanya, meminta mereka menikahi kamu dengan anak mereka. Walau jelas ada rasa gugup, ragu, tidak yakin, namun entah gimana kamu merasa sanggup berperang melawan rasa takut itu. Kenapa? Sebab menurutku jika kamu betul-betul mencintai dia, maka kamu nggak akan rela dia dimiliki orang lain. Kamu ingin dia jadi seutuhnya milikmu (ya, memang egois, tapi ini hal lain) dan kamu akan sungguh-sungguh berupaya agar kalian bisa mencapai jenjang itu. Kamu nggak akan berlama-lama berpacaran atau pendekatan. Begitu kamu merasa sangat nyaman dengannya, maka untuk menjaganya dari godaan orang-orang lain kamu ingin “mengikatnya” dalam ikatan suci namun bukan berarti merenggut kebebasannya. Siapapun yang bilang “pernikahan bikin nggak bebas” berarti nggak paham konsep pernikahan yang sesungguhnya.

Belum punya niat menikah dalam waktu dekat? Setidaknya, sejak awal kamu memiliki niat untuk itu, dan sejak awal kamu bertekad bahwa dialah orang yang akan kamu nikahi. Hal ini akan membentuk kesetiaan dan keyakinan yang lebih dalam; keyakinan bahwa kamu betul-betul jatuh cinta.

Oke, semoga tips yang aku tulis bisa bikin kamu ngaca dan bertanya pada hati kecilmu: apakah aku betul-betul mencintai dia? Kalo sudah, selamat, berarti kamu bisa disebut orang dewasa. Kalo belum, maka kamu bisa memilih untuk belajar mencintai dengan lebih tulus. Atau kamu nggak setuju dengan apa yang kutulis? Silakan didiskusikan bareng.

P.S. Mencintai yang kumaksud nggak harus dengan pacar. Pacar hanyalah status bikinan manusia, sedangkan cinta adalah sebuah karunia yang terlalu luas definisinya kalo harus dikotak-kotakkan.

Sumber gambar: http://kapanlagi.com

Entry filed under: Love. Tags: .

7 Cara Mengenali Perempuan yang Cocok Dijadiin Pendamping Hidup Ini Dia, Perbedaan Android Versi 2.3.2 dan 2.3.4

4 Comments Add your own

  • 1. d0th  |  November 22, 2011 at 4:59 pm

    Kredit sendiri buat poin nomer 3. Awalnya rancu, tapi setelah di telaáh lebih lanjut. Heii..jujur, siapa yang ngga pernah ciuman atau pelukan? Tapi emang harus dalam taraf sewajarnya sih, ngga cuma untuk pelampiasan nafsu belaka.

    Eh tapi ciuman atau pelukan itu termasuk perilaku seks kah..?
    *cupu*

    Nice post, two thumbs!
    *angkat jempol kaki*

    Reply
    • 2. Fansi  |  November 22, 2011 at 6:09 pm

      Mestinya perilaku seks memang dilakukan atas nama cinta. Di luar itu, nafsu yg bicara, dan itu justru menodai cinta. Sesimpel itu aja, bang.

      Batas-batas koridor seks masing-masing orang tuh beda. Kalo aku pribadi sih, ciuman itu bentuk aktifitas seksual.

      Reply
      • 3. d0th  |  November 22, 2011 at 9:32 pm

        Ooo gitu ya? jadi aktivitas seperti ciuman (ke pasangan loh) itu termasuk aktifitas seksual ya? *manggut-manggut*

        Oke oke aku paham. Sakalangkong dek..

        Reply
  • 4. ponidi sanjaya  |  July 7, 2012 at 2:22 pm

    Makna cinta dan ciuman ada 1001 makna, perasaan tak bisa digambarkan oleh ucapan dan lidah tak bertulang. Desah munculketika perasaan dan ujung saraf saling berkeksitas sehingga ketenangan batin akan muncul dalam berkasih sayang. Ok.Wass

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Thank you for visiting my blog! I hope you enjoy your time here. Please forgive me for any bad words or pictures I might undeliberately put in here. Please leave some comments and thank you for coming back again.

RSS Quote of the Day

  • Mae West
    "His mother should have thrown him away and kept the stork."

My Tweets

Contact

Books I Love

Monthly Posts

Other Information

Click to view my Personality Profile page

Content copyrighted.


%d bloggers like this: