She’s No Lady

March 25, 2011 at 8:52 pm 12 comments


Tiba-tiba aku menyadari satu fakta yang rupanya selama ribuan tahun nampaknya diabaikan oleh orang-orang. Padahal fakta ini hadir dalam setiap denyut nadi kehidupan manusia di seluruh bagian dunia, nggak bisa diabaikan, and if something screwed it everything will be fucked to the roots.

Efeknya betul-betul sangat parah, mengancam eksistensi dan peradaban manusia, merusak sendi-sendi kehidupan, dan mengubah sejarah. Mungkin bisa masuk Guinness World Records sebagai Fakta Paling Diabaikan yang Pernah Ada dan Yang Akibatnya Sangat Mengubah Tatanan Hidup Manusia di Dunia. (iya, panjang banget sebutannya.)

Sebentar. Sebetulnya fakta apa sih yang lagi aku ocehin ini?

Sebetulnya banyak hal sudah mengupasnya, baik melalui media film, televisi, reportase khusus, buku… Namun belum pernah dilakukan penelitian lebih lanjut mengenainya, atau mungkin manusia memang dilahirkan begitu polos dan tanpa pretensi sampai-sampai tidak (berniat) menyadari hal sekrusial ini.

Oke, jadi APA faktanya?

Fakta ini berbentuk pertanyaan, yang hari ini tiba-tiba muncul di pikiranku, hasil dari obrol-obrolan dan browsing-browsingan ringan di kantor tadi. Pertanyaan ini menghentakku, membuka mataku, menyadarkanku betapa kita semua begitu naifnya, begitu tidak awasnya, sampai-sampai merasa semua yang terlihat adalah kenyataan, padahal sebetulnya belum tentu!

Pertanyaan itu adalah…

Apakah seorang perempuan betul-betul perempuan, dan apakah seorang laki-laki betul-betul laki-laki?

Ngerti maksudku? Maksudku apakah kamu betul-betul yakin bahwa perempuan yang kamu temui di supermarket kemarin itu betul-betul perempuan sungguhan? Maksudku, bukan perempuan jadi-jadian alias laki-laki yang “menyamar” jadi perempuan alias bencong alias shemale alias transgender? Begitu juga sebaliknya; apakah kamu merasa pasti bahwa laki-laki tampan yang menolongmu mengganti ban mobilmu yang pecah itu betul-betul laki-laki tulen, alias bukan perempuan yang berdandan ala Mitha “The Virgin”, alias perempuan sangat tomboy yang bahkan sama sekali tidak terlihat seperti perempuan?

ARE YOU SURE THEY ARE WHAT THEY SEEM?

Bukannya otakku kepelintir atau apa, but come to think about it, in this insane, nearly-end world, suatu hadist pun bahkan menyepakati apa yang kupikirkan ini. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Di antara tanda-tanda dekatnya Hari Kiamat adalah laki-laki menyerupai wanita dan wanita menyerupai laki-laki.” (Riwayat Abu Nu’aim).

Ada beberapa contoh laki-laki yang sangat menyerupai perempuan sampai-sampai sangat sulit dibedakan dan dijamin menipu mentah-mentah orang awam yang melihatnya, contohnya Nong Poy dari Thailand dan Kiyoshi Sakurazuka dari Jepang (atau China).

Poy, Sakurazuka, Mitha

See? Can you spot the transgender part? Nyaris mustahil, kecuali merekanya yang bilang sendiri atau diteliti aspek fisiknya sampai mendetail.

Bukankah “perempuan” seperti ini sangat berbahaya? Gimana kalo mereka berkeliaran dengan bebas di jalanan dan mempesona cowok-cowok awam dan kemudian cowok-cowok itu dengan naifnya memberikan hati dan cinta mereka? Untuk laki-laki yang mereka sangka perempuan? Can you imagine how nightmare it would be!?

(Pengecualian kalo cowok itu memang ngerti bahwa sebetulnya perempuannya adalah laki-laki–vice versa–namun tetap mencintainya. Nggak ada masalah kalo gitu.)

Begitu juga perempuan-perempuan yang menyerupai laki-laki, yang rupa-rupanya sudah “dipraktekkan” oleh seorang perempuan asal suatu daerah di negeri kita tercinta ini, yang beberapa waktu lalu tanpa disadari siapapun “berhasil” memacari seorang perempuan lain, bahkan nyaris menikahinya namun alhamdulillah batal karena “kedoknya” keburu ketauan. Gimana bisa perempuan (yang berwujud perempuan asli) tersebut tidak menyadari bahwa kekasihnya adalah perempuan juga? Apakah wujudnya terlalu laki-laki, terlalu macho? Oh, betul-betul gawat; gimana kalo kelak aku menemukan laki-laki tampan yang sangat gentle dan memikatku serta keluargaku dan rupanya setelah menikah baru ketauan bahwa dia sebetulnya perempuan? Aku-menikahi-perempuan? Bisa-bisa aku jadi sinting.

Dan itulah inti tulisan ini. Gimana bisa kita meyakini bahwa seorang perempuan betul-betul perempuan, dan seorang laki-laki betul-betul laki-laki? Apa ciri-ciri fisik perempuan sungguhan? Apa ciri-ciri fisik laki-laki tulen? Sedangkan seperti kita tau, teknologi operasi plastik dewasa ini begitu mencengangkan. Jika seorang laki-laki meminta dokter bedah untuk menjadikan dia perempuan, lalu hasilnya seperti Nong Poy misalnya, can somebody find out what’s real?

Bahkan Mitha “The Virgin” yang nggak pake operasi plastik pun tampak sangat laki-laki.

Adakah cara yang sopan untuk mengetahui jenis kelamin seseorang yang sesungguhnya dengan pasti? Tuh kan, terdengar nggak penting, namun bukankah ini menjadi sangat penting terutama ketika kita ingin mendekati seseorang, mungkin untuk urusan karier atau percintaan?

Walaupun demikian, mereka yang tampil tidak seperti jenis kelaminnya yang sesungguhnya belum tentu memiliki perilaku seks menyimpang, contohnya Sakurazuka yang punya pacar perempuan asli, dan Mitha yang kabarnya sedang mencari jodoh laki-laki sungguhan. Only, it’s horribly likely.

Tulisan ini, kalo dipikir-pikir, sebetulnya sangat pointless dan agaknya terlalu menghakimi atau menyakiti kaum “nggak normal” (definisi “normal” sendiri sangat relatif–I’m not debating on this). Tapi aku rasa hal ini selayaknya bisa menjadi pertimbangan. Apalagi kalo suatu saat kamu iseng memposisikan dirimu sebagai orang yang jenis kelaminnya nggak ada angin nggak ada kentut tiba-tiba diragukan orang lain (katakanlah oleh calon suami/istrimu); betapapun penampilan fisikmu sangat meyakinkan. How will you react? Think about it.

P.S. Judul tulisan ini diambil dari judul salah satu episode kartun SpongeBob Squarepants.

Entry filed under: Life Lessons. Tags: .

“Why Do You Love Him?” I Wonder If Wrong Love Does Exists

12 Comments Add your own

  • 1. sugenk  |  March 25, 2011 at 9:13 pm

    Nice post!.
    Tapi. IMHO, kok nggak setuju untuk statemen pengecualian: “kalo cowok itu memang ngerti bahwa sebetulnya perempuannya adalah laki-laki–vice versa–namun tetap mencintainya. Nggak ada masalah kalo gitu.”

    Itu tetep aja bermasalah Mbak. Saya sendiri pernah mengalami, entah kenapa kok ada cowok –yang menurut saya terganggu secara psikologis– menyatakan cinta. I just can’t accept that, cause I already love someone else (dan tentunya saya yakin “she” adalah 100% cewek).

    Reply
    • 2. Fansi  |  March 25, 2011 at 9:52 pm

      Thanks.
      Maksudku bukannya itu nggak bermasalah. Buatku tetep masalah.
      Tapi aku ga berhak dan ga pengen mencampuri pilihan hidup mereka.
      Yang membuatnya jadi bukan masalah adalah ketersediaan mereka untuk saling memahami.
      Karena sama2 “menyimpang” mungkin😀
      Makanya aku bilang nggak ada masalah.

      Reply
  • 3. tetangga sebelah  |  March 26, 2011 at 2:29 am

    kok ya pusing2 amat mikirin sampek segitunya ???

    mungkin maksud tulisan diatas adalah sebagai penjelas bahwa saya ini loh “fansi perdana putri” adalah perempuan ting ting baik hati dan tidak sombong !!!

    Reply
    • 4. Fansi  |  March 27, 2011 at 9:49 am

      Pernah denger anekdot “manusia lebih banyak hidup berdasarkan apa yg dia punya dalam kepalanya, daripada dalam dunia di luar kepalanya”? Baca yang bener dong mas/mbak.

      Reply
  • 5. Romadhani Hasan  |  March 27, 2011 at 6:14 pm

    ane punya 2 video clipnya nong poy, suaranya aj cewe bgt.. nong poy bener2 tak terdeteksi.. g ad unsur laki2nya sama sekali..

    jd kita harus lebih selektif klo g, bisa berakhir seperti ini

    by the way, ane cowo asli loh..

    Reply
    • 6. Fansi  |  March 27, 2011 at 8:40 pm

      WAHAHAHAHA lucu lagunya :))
      Oh kamu laki-laki tulen ya? Baguslah, tapi karena aku belum terlalu mengenalmu, sedikit ga percaya boleh ga? Hahaha…

      Reply
      • 7. anank  |  March 27, 2011 at 9:52 pm

        rom, fansi pengen ngecek tuh kayaknya :p

        Reply
        • 8. Fansi  |  March 27, 2011 at 9:56 pm

          Not interested T_T
          Kayanya bener, hal ini cukup mengandalkan insting dan feeling.

          Reply
          • 9. Romadhani Hasan  |  March 28, 2011 at 8:35 am

            klo gitu instingmu mengatakan ap??

          • 10. Fansi  |  March 28, 2011 at 6:08 pm

            Instingku mengatakan kamu tidak terdefinisikan. Hahaha.
            Nggak lah. Menurutku kamu cowok.

  • 11. sugenk  |  April 3, 2011 at 9:29 am

    Mungkin jangan sampai seperti ini maksudnya…
    Kisah Umar Nikahi Rahmat: Umar Yakin Rahmat Wanita karena Pakai Bra.

    Reply
    • 12. Fansi  |  April 3, 2011 at 9:55 am

      Iya, ternyata kejadian juga kan yang aku tulis ini… Duh, serem banget.

      Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Thank you for visiting my blog! I hope you enjoy your time here. Please forgive me for any bad words or pictures I might undeliberately put in here. Please leave some comments and thank you for coming back again.

RSS Quote of the Day

  • Al Franken
    "Mistakes are a part of being human. Appreciate your mistakes for what they are: precious life lessons that can only be learned the hard way. Unless it's a fatal mistake, which, at least, others can learn from."

My Tweets

Contact

Books I Love

Monthly Posts

Other Information

Click to view my Personality Profile page

Content copyrighted.


%d bloggers like this: