“Why Do You Love Him?”

March 12, 2011 at 5:40 pm 21 comments


Once upon a time he asked me why I love this man.
I was speechless.
How could I answer when all I know was… I love him?
I love him.
I just did.
I couldn’t find the reasons why.
I thought I was stupid, to love somebody without knowing why.
People might be clearly saying “because he is handsome, rich, nice”.
Why couldn’t I find the logical reasons?
God, I was such a moron.
No wonder he wouldn’t approve this stupid love.
Love
That was long before I knew that this one wise man once said that love, apparently, doesn’t need such a reason.
Because if you have reasons, your love will be depending on them.
Once the reasons are gone, your love will, too.
If you love somebody because he is rich, then when he is not rich anymore, you don’t love him anymore.
Makes sense.

So then I know.
I wasn’t stupid after all.
I know that I was really in love.

And now I know one thing.
Love is not supposed to be measured by logical calculations.
By reasons.
All you know is as simple as you love him.

When you love somebody because of something visible and changeable, maybe because he looks ideal on what your family’s perception, or you think you can spend his money to buy you happiness, or you think he’s so fashionable people will envy you, or he is a doctor or a banker you can be proud of when people talking about how lucky you are, then your love is fake.

That’s what I believe.

Sumber gambar: http://nadaya7787.blogspot.com

Entry filed under: Free Speechs, Love. Tags: .

Si Bejo’s Speech She’s No Lady

21 Comments Add your own

  • 1. miko  |  March 16, 2011 at 6:54 pm

    Antara suka & cinta *tambahan postingan he..he..*

    Dihadapan orang yang kau cintai,
    musim dingin berubah menjadi musim semi yang indah.
    Dihadapan orang yang kau sukai,

    musim dingin tetap saja musim dingin

    Hanya suasananya lebih indah sedikit.
    Dihadapan orang yang kau cintai,
    jantungmu tiba tiba berdebar lebih cepat.
    Dihadapan orang yang kau sukai,
    kau hanya merasa senang dan gembira saja.

    Apabila engkau melihat kepada mata orang yang
    kau cintai, matamu berkaca-kaca.
    Apabila engkau melihat kepada mata orang yang
    kau sukai, engkau hanya tersenyum saja.

    Dihadapan orang yang kau cintai,
    kata kata yang keluar berasal dari perasaan yang terdalam.
    Dihadapan orang yang kau sukai,
    kata kata hanya keluar dari pikiran saja.

    Jika orang yang kau cintai menangis,
    engkaupun akan ikut menangis disisinya.
    Jika orang yang kau sukai menangis,
    engkau hanya menghiburnya saja.

    Perasaan cinta itu dimulai dari mata, sedangkan
    rasa suka dimulai dari telinga.
    Jadi jika kau mau berhenti menyukai seseorang,
    cukup dengan menutup telinga.
    Tapi apabila kau mencoba menutup matamu dari
    orang yang kau cintai, cinta itu berubah menjadi
    tetesan air mata dan terus tinggal dihatimu dalam
    jarak waktu yang cukup lama.

    “Tetapi.. selain rasa suka dan rasa cinta…

    ada perasaan yang lebih mendalam.
    Yaitu rasa Sayang…. rasa yang tidak pernah hilang
    secepat rasa cinta. Rasa yang tidak mudah berubah.
    Perasaan yang dapat membuatmu berkorban untuk
    orang yang kamu sayangi. Mau menderita demi
    kebahagiaan orang yang kamu sayangi.

    Reply
    • 2. Fansi  |  March 16, 2011 at 7:33 pm

      Yang kayak gini yang bikin berurai air mata T_T
      Terutama paragraf terakhir T_T
      Hiks.. Makasih ya mas.. Hiks..

      Reply
  • 3. d0th  |  March 21, 2011 at 11:09 am

    ..cinta melihat sesuatu dari mata jiwanya, memiliki bahasa surgawi yang lebih mulia dari yang dituturkan lidah dan bibir..

    *nabok fansi* ente kesurupan setan apa sih?
    bagus amat tulisannya.?
    rating 10 deh.
    salam olahraga..

    Reply
    • 4. Fansi  |  March 21, 2011 at 11:41 am

      Itu quote kopas dari mana bang? ;p
      Eh makasih ya rating 10-nya.
      Tar kubales dengan tuba.

      Reply
      • 5. d0th  |  March 21, 2011 at 11:44 am

        astage..tega bgt sih.
        rating 10 di bales dengan tuba?

        gile keren bgt ya quotenya?
        copas punya Kahlil “d0th” Gibran.

        lagian ente ngapain sih nulis tulisan cinta begitu?
        kaya lagi galau tak tentu arah dan tujuannya.
        mending ikut abang dangdutan.

        Reply
  • 6. Anthon Zoendratoe  |  December 22, 2011 at 8:56 pm

    love love love love ♥♥♥♥♥☺☺

    Reply
  • 7. candra  |  January 28, 2012 at 5:46 pm

    pas lagi galau, pas dapet postingan kayak begini. makin jleb jelb jleb deh eike #bukanbencong

    klo di pengadilan kita,munngkin jaksa penuntut umum masih sibuk ngupulin bukti kebenaran dari postingan ini. Tapi klo di pengadilan hati, aku rasa postingan ini sudah tidak perl ukti lain lagi untuk menunjukkan bahwa cinta yang tak kasat mata sudah diabsurdkan oleh apa yang tampak di luar.

    nice post

    Reply
    • 8. Fansi  |  February 5, 2012 at 6:52 pm

      Karena ketika cinta bicara, sudah nggak ada lagi tuh penampilan luar mengambil peran. Apalagi bagi cinta2 yang tumbuh secara perlahan dan awalnya tidak terduga/diinginkan. Bisa2, cinta jadi semacam epic! Karena saking absurdnya, saking tidak terdefinisikannya, tidak terlogikannya, namun begitu nyata.

      Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Thank you for visiting my blog! I hope you enjoy your time here. Please forgive me for any bad words or pictures I might undeliberately put in here. Please leave some comments and thank you for coming back again.

RSS Quote of the Day

  • Al Franken
    "Mistakes are a part of being human. Appreciate your mistakes for what they are: precious life lessons that can only be learned the hard way. Unless it's a fatal mistake, which, at least, others can learn from."

My Tweets

Contact

Books I Love

Monthly Posts

Other Information

Click to view my Personality Profile page

Content copyrighted.


%d bloggers like this: