Kerispatih dan Video Plagiatnya

February 25, 2009 at 10:47 pm 6 comments


Band sekaliber Kerispatih, selain menampilkan musik yang oke, seharusnya juga mampu membayar sutradara video klip yang berkompeten. I love their songs, dan di antara sekian lagu yang bikin bosen setelah didenger berulang-ulang, beberapa memiliki eternal effect alias tidak membosankan biarpun didenger terus sampe kuping budeg. Misalnya lagu ‘Tapi Bukan Aku’ dan yang lagi banyak di-request sekarang, ‘Tak Lekang Oleh Waktu’. What a beautiful melody!

Tapi, alas, menonton videonya bikin aku some kind of drop atau a little bit shock. Videonya plagiat untuk kedua kalinya! Eh, memangnya mereka pernah punya video plagiat sebelum ini? Iya, coba deh nonton video dari lagu ‘Demi Cinta’. Video itu meniru habis-habisan video dari Korea (atau Jepang?) berjudul ‘Dong Hwa’. Entah mereka mengerti hal ini atau tidak, atau memang sengaja melakukannya, atau mungkin bahkan sudah mendapat izin dari label si penyanyi Korea/Jepang tersebut, I have no idea. I started forgiving them for that only their one-and-only ‘mistake’, tapi kemunculan video terbaru ini membuatku get into this hypotesis bahwa Kerispatih itu sangat payah untuk urusan membuat video klip. Betapa tidak; mereka lagi-lagi meniru video klip luar negeri. Kali ini ‘korban’nya adalah video klip Mariah Carey yang berjudul ‘Through The Rain’. Memang tidak meniru habis-habisan seperti ‘Demi Cinta’, tapi penokohan, alur cerita, dan beberapa dialognya, mirip. Kalo M.C ceritanya tentang anak perempuan yang kabur dari rumah gedongnya karena hubungannya dengan cowok miskin tidak direstui oleh orangtuanya dan kemudian anak itu hidup berdua dengan cowok miskinnya dan bahagia sampe tua, Kerispatih menampilkan kisah tentang anak perempuan yang hubungannya juga tidak direstui karena pacarnya ‘berbeda’ (gak tau bedanya apa, gak jelas, tapi mungkin karena perbedaan strata ekonomi dan suku), kemudian anak perempuan itu jadi depresi (ada versi lain, yaitu bunuh diri), lalu orangtuanya–yang tadinya tidak menyukai pacar anaknya–berubah jadi ‘baik’ dan sort of meminta cowok itu untuk dateng dan menolong anaknya. Ending yang sedih dan sinetron banget, itulah karakter khas video musik negeri ini.

Coba bandingkan videonya M.C. dan Kerispatih (versi bunuh diri, secara versi ini tidak beredar di TV):

Kenapa ya Kerispatih berulang kali membuat video klip yang meniru video orang lain? Apa mereka (atau sutradara videonya) kehabisan ide atau bermaksud ‘mengadaptasi’ (yang jatuhnya malah jadi meniru), atau, kemungkinan paling aneh, mereka mengklaim bahwa ide video itu benar-benar berasal dari otak-otak mereka? Atau mungkin memang ada kerjasama antara pihak yang meniru dan ditiru?

Tak tahulah saya… One thing I know, this is so irritating me.

However, video yang berasal dari ide yang orisinal akan lebih dihargai. Mau sebagus apapun sebuah video, kalo dari hasil ‘nyontek’, I would more cherish the not-beautiful-but-original one. Kali ini Kerispatih ‘tertolong’ oleh tidak terlalu kentaranya bahwa video ini hasil ‘adaptasi’, karena kemiripannya dengan videonya M.C. hanya di awal-awal saja. Kapan negeri ini bisa lepas dari predikat ‘bangsa peniru’? Yang ditiru juga video-video baru, pula, video yang notabene masuk ke jalur musik Indonesia, bukan video dari musisi tidak dikenal yang berasal dari negara-negara Timur Tengah atau apa… paling tidak, tulisan ini tidak akan di-publish jika kemungkinan terakhir itu betulan.

(Baca: meniru tidak masalah, tapi jangan sampai ketahuan!) :p

Entry filed under: Tunes. Tags: , , , .

The Hair People Won’t See New Blog is Coming…

6 Comments Add your own

  • 1. Fans Indonesia  |  February 27, 2009 at 6:05 pm

    Itu ‘kan karena Indonesia kekeringan ide

    bukan indonesia, tapi sutradaranya… who’s his name again? ali handoko-something?

    Reply
  • 2. titiw  |  March 4, 2009 at 4:23 pm

    Ng.. aduh sebenarnya mau ngomong panjang nih say.. tapi kok rasanya pendapatku mentah ya? gak jadi deh.. hehe..

    padahal omongan mentah mbak Titiw sangat dibutuhkan demi kelangsungan rating blog ini, hehe. yg mentah aja bagus gimana yg mateng? tulis aja mbak.. tulis.. tulis.. please..

    Reply
  • 3. septianw  |  March 14, 2009 at 3:57 pm

    sebenernya sih legal aja untuk meniru, atau lebih halusnya merujuk. mungkin juga, itu hasil ngerjain sendiri, tapi sumber idenya sama. kalau meniru seh, harusnya sebagian aja dong. referensinya juga harus ditambah, kalau referensi cuman satu sama aja jiplak.

    Reply
    • 4. Fansi  |  March 17, 2009 at 10:43 am

      menurutku sutradaranya keinspirasi. gak total kok “niru”nya. tapi video sebelumnya (Demi Cinta) tuh niru total, parah banget. mudah2an untuk video2 berikutnya bisa lebih orisinal.

      Reply
  • 5. jay  |  March 20, 2009 at 7:16 pm

    gitu yah, baru tahu saia… padahal lumayan suka ama video klip tak lekang oleh waktu ^_^ soalnya jill gladys ada di situ sih… hehe

    lam kenal y

    Reply
    • 6. Fansi  |  March 26, 2009 at 4:38 pm

      iya begitulah mas.
      salam kenal juga, sering2 mampir ya!🙂

      Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Thank you for visiting my blog! I hope you enjoy your time here. Please forgive me for any bad words or pictures I might undeliberately put in here. Please leave some comments and thank you for coming back again.

RSS Quote of the Day

  • G. K. Chesterton
    "There is a great deal of difference between an eager man who wants to read a book and the tired man who wants a book to read."

My Tweets

Contact

Books I Love

Monthly Posts

Other Information

Click to view my Personality Profile page

Content copyrighted.


%d bloggers like this: