Liburanku di Bulan Januari

February 2, 2009 at 10:49 pm 3 comments


Sepertinya blog ini sudah tidak ramai lagi, semenjak tulisan terakhir saya tanggal 7 Januari lalu. Sebuah tulisan yang mungkin tidak seharusnya dipublikasikan di dalam sebuah blog. Ngomong-ngomong, mengapa tulisan saya begini formal? Sebab saya ingin mencoba suatu peranti bernama Google Translate untuk melakukan proses terjemahan dari bahasa Indonesia ke bahasa Inggris dengan singkat dan gratis dengannya. Dengan bahasa Indonesia yang biasa saya tulis, yang amburadul dan campur aduk dengan macam-macam bahasa, hasil terjemahan menjadi kacau. Saya harap dan saya yakin hasil terjemahan pada tulisan kali ini minimal mendekati sempurna. Kita lihat nanti.

Baik, saya akan menulis cerita tentang pengalaman saya menjelajahi (atau jalan-jalan saja?) ke puluhan (atau ratusan?) kota baik kota kabupaten, kecamatan, sampai kotamadya, tidak dengan menaiki pesawat terbang atau kereta api melainkan mobil pribadi ayah saya, yang mana itu membebaskan dan memudahkan kami dalam mengunjungi tempat-tempat yang kami inginkan. Perjalanan dimulai pada hari Minggu yang tidak mendung tanggal 17 Januari jam 6 pagi. Kami langsung menuju sebuah kota kabupaten bernama Cirebon di propinsi Jawa Barat, yang benar-benar kami masuki sekitar 12 jam kemudian. 12 jam di dalam mobil, apa saja yang saya lakukan? Melakukan pengamatan singkat akan keadaan di setiap daerah yang dilewati. Melihat hutan, gunung, pantai, cahaya matahari, sawah, air hujan, truk dan bus, bermacam-macam bentuk manusia, poster-poster calon legislatif dari mulai kyai (tertulis di posternya) sampai artis sinetron (saya kenal namanya), mendengarkan musik dari ponsel Motorola W362 yang diaktifkan mode penerbangannya, sampai mengetik sms di hampir setiap menit perjalanan (kamu tahu untuk siapa sms-sms itu).

Hal yang saya sukai dari setiap hotel atau wisma yang kami tinggali adalah ketersediaan channel TV yang beragam karena pemanfaatan satelit sebagai sumbernya, yang mana hal itu membuat saya dapat menikmati tayangan Fashion TV yang saya sukai bukan karena hedonisme yang ditunjukkan melainkan gaya berbusana yang modis yang dikeluarkan perancang-perancang busana ternama yang diperagakan oleh model-model catwalk. Ya, saya sangat suka fashion. Semua perempuan suka fashion. Fashion itu seni, dan sangat indah serta dinamis, dan bisa diaplikasikan kepada semua manusia.

Saya berada di Jakarta keesokan harinya, dan selama dua hari berikutnya saya menghabiskan waktu di daerah Jakarta Selatan dan Jakarta Pusat. Saya mengunjungi Senayan City, Plaza Senayan, dan FX sehari penuh. Saya tidak berbelanja apapun kecuali sebuah buku berjudul The Diary of a Wimpy Kid karya Jeff Kinney, tetapi rasanya menyenangkan jalan-jalan di mal setelah sekian hari tidak melakukannya (mungkin ini ada hubungannya dengan fashion tadi). The Diary adalah sebuah buku berkualitas lux (paling tidak, bagi saya) yang dikemas menggunakan sampul tebal (hard cover), desain sampul menawan, kertas tebal yang tidak  berkesan murahan, dan menceritakan kisah seorang anak yang tidak disebutkan berapa usianya namun sedang bersekolah di sekolah menengah di Amerika Serikat. Setting tidak didefinisikan disini; Kinney lebih memfokuskan karyanya pada karakter dan gambar. Ya, buku ini adalah sebuah novel yang tidak hanya terdiri dari tulisan saja, melainkan juga gambar-gambar sebagai representasi atau ilustrasi dari tulisannya, yang dibuat bergaya kartun yang lucu. Sambil membaca tulisan khas anak-anak, kita juga disuguhkan gambar-gambar dan komik-komik. Benar-benar buku yang menyegarkan, bagi saya. Harga yang tidak murah membuat saya menjauhi toko buku untuk setelahnya sampai detik ini, paling tidak sampai pada saat saya menemukan dan memutuskan membeli buku lanjutan dari The Diary ini yaitu The Diary of a Wimpy Kid: Rodrick Rules, yang bersampul biru, lalu buku ketiga yaitu The Diary of a Wimpy Kid: The Last Straw, yang berwarna hijau. Ini buku anak-anak, tapi saya rasa orang dewasa perlu membacanya juga karena buku ini begitu unik dan lucu.

Dari Jakarta saya pergi ke Bandung, dan di kota inilah pekan liburan saya paling banyak dihabiskan, sebab tujuan utama kami memang Kota Kembang yang sedang jarang hujan ini. Saya benar-benar mencoba menjauhi makanan, toko, atau apapun yang tidak mengandung ciri khas Bandung, yang di kota lain terutama Surabaya sudah tersedia. Jadi saya menikmati bubur ayam Bandung di The KiosK, surabi rasa coklat keju di Gegerkalong, mi kocok khas kaki sapi, beli baju di factory outlet terkenal disana, dan lain-lain. Bersama seorang teman dan keluarganya, kami menikmati hari-hari kami. Teman saya itu baik sekali (semoga ia tidak membaca ini😀 ). Dia sangat ramah, terbuka, menceritakan banyak hal, dan sangat berbeda dengan saya, maka saya merasa cocok berbincang dengannya. Setelah berbulan-bulan tidak tidur terlalu larut, malam itu saya terlalu banyak bicara sehingga lupa kalau sudah jam dua pagi. Tulisan ini tiba-tiba terdengar seperti tulisan amatiran, atau saya memang belum bisa disebut profesional dalam bidang tulis-menulis?

Dari Bandung, kami ke Semarang. Saya sempat berpikir untuk meneruskan liburan saya di Bandung, namun ada hal-hal di Surabaya tidak mungkin saya abaikan lebih lama. Kami mengunjungi Lawang Sewu dan turun ke bekas penjara bawah tanah dengan membayar biaya Rp6000 setiap orangnya. Melihat lorong-lorong pengap dan gelap itu membuat tidak nyaman dan mungkin menimbulkan halusinasi kalau dibiarkan, untung saya kesana bersama banyak orang lainnya. Pada zaman dahulu, mengapa Jepang suka memotongi leher tawanannya? Mereka bahkan mendirikan penjara sempit bernama Penjara Berdiri, dimana siksaan itu terjadi karena lima atau enam orang yang ada di dalamnya berdiri dalam kesempitan dan tidak bisa duduk maupun jongkok. Penjara, penjara, penjara. Dari dulu pun tetap hampir sama gelapnya dengan sekarang. Kenapa orang-orang itu tidak memikirkan sanitasi atau bahkan makhluk gaib? Membuat merinding, tapi itu menambah pengalaman saya (seandainya boleh menulis tentang ini di curriculum vitae).

Baiklah, sekian cerita liburan saya, semoga ada manfaat yang bisa dipetik. Terima kasih.

Entry filed under: Traveling. Tags: , , , , , .

The Very BIG Steps, for Me. Ganti Template Lagi

3 Comments Add your own

  • 1. rudy  |  February 6, 2009 at 10:32 pm

    wah tour de jawa nih🙂 ke jakarta bandung semarang tapi gak ngmng2 niiii…

    mas kan kerja, he..

    Reply
  • 2. Henny  |  January 25, 2010 at 4:16 pm

    Wow, web nya bagus nihhh
    Sukses ya

    Reply
    • 3. Fansi  |  March 14, 2010 at 11:33 am

      Makasih mbaaak :*

      Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Thank you for visiting my blog! I hope you enjoy your time here. Please forgive me for any bad words or pictures I might undeliberately put in here. Please leave some comments and thank you for coming back again.

RSS Quote of the Day

  • G. K. Chesterton
    "There is a great deal of difference between an eager man who wants to read a book and the tired man who wants a book to read."

My Tweets

Contact

Books I Love

Monthly Posts

Other Information

Click to view my Personality Profile page

Content copyrighted.


%d bloggers like this: