What An End of the Year

January 1, 2009 at 11:08 pm Leave a comment


What an end of the year. Welcome, 2009, anyway.

No one would expect things happened to me latest days, apalagi sepuluh hari menjelang pergantian tahun. Inilah hari-hari yang gak pernah aku bayangin bakal kejadian kepada orang seperti aku. Pertama, aku menjalani sebuah operasi bedah mulut (sangar yah), yang ternyata setelahnya mengakibatkan perubahan tertentu yang fatal dan bikin aku gak bisa menghadapi orang-orang. Untung kefatalan itu cuman berlangsung tiga atau empat hari, but I had to face the world with a ‘mask’ instead, gak bisa makan enak, kelaperan setiap malem, gak bisa ngomong lancar…

Dan kemudian terjadi serangan besar dari penyakit bernama sariawan. Kira-kira lima atau enam sariawan bercokol di dalem sini, menguasai tiap sisi. Aku bener-bener gak bisa memasukkan apapun ke mulutku. Sakiiiit luar biasa. Aku gak bisa nyembuhin pake obat-obat aneh karena takut berakibat buruk ke bekas operasi, maka jadilah mereka menyerang seperti kesetanan. Mungkin terdengar melebih-lebihkan, tapi kalo kamu pernah ngerasain sariawan di bagian kanan, kiri, atas, lidah, dan bibir kamu dalam satu waktu, kamu tau rasanya.

Kesakitan itu mempengaruhi daya tahan tubuhku. Biasanya, dalam cuaca seperti apapun, aku kuat menghadapinya, yah well, I’ve been tested lot of times. Tapi aku bener-bener ‘ambruk’ waktu pergi ke Jogja sekitar lima hari menjelang 2009. Udara dingin membuat aku alergi! Padahal terakhir kalinya aku alergi adalah sekitar 16 tahun yang lalu, dan itu juga alergi terhadap obat aneh gitu. Kebetulan Jogja lagi dingin-dinginnya, mendung, matahari nyaris gak bersinar. Badan lemes banget. Waktu ke Borobudur, yang seharusnya aku manfaatin dengan menaiki candi setinggi entah-berapa-kaki itu, aku malah duduk-duduk aja di pinggiran di bawahnya. Ngebayangin naek ke atas doang rasanya cukup bikin pingsan; mana waktu itu ramenya minta ampun. My temperature was so high I could feel the heat in the blink of my eyes, dan seharian itu jadilah aku seperti zombie yang lemes, jarang ngomong, dan bibir seperti cat tembok yang retak-retak. Gak dandan, gak pake blush on, bahkan gak pake alas bedak. I was a mess, I wasn’t me at all! Aku cuman mikir pengen pulang dan tidur di kamarku sendiri di Surabaya, padahal coba kalo aku sehat, aku pasti pengen menjelajah propinsi kecil ini selamanya. Ke Parangtritis, Alun-alun…

God helped me of course, melalui beberapa obat yang gak populer tapi berefek spektakuler. Salah satunya (yang sekarang jadi obat andalanku) adalah jamu bubuk berwarna hijau gak tau merknya apa, bikinan Cina. Jamu itu sangat ampuh nyembuhin sariawan-sariawan kurang ajar ini. Dia bekerja pelan tapi pasti, gak kayak Abotil gitu. Dan waktu badanku panas, aku minum obat bermerk Sanmol. Berkat dua obat itu, aku bisa ngetik ini sekarang… (berlebihan!)

Aku melewati malem pergantian tahun di kota-panas-tempat-aku-menemukan-cinta ini. Dengan cara? Makan, baca majalah, dan tidur beberapa menit menjelang jam 00:00. Aku gak ngerasain euforia atau keinginan merayakan pergantian tahun dengan menghabiskan uang, energi, waktu… kenapa ya? Males aja. But I do making resolutions. Yang sangat sederhana dan ditulis beberapa detik sebelum aku tidur. Ditulisnya juga di PDA aja, gak di kertas khusus atau apa. Ah… here we are now, semakin tua dan semakin mendekati kematian…

Happy new year.

Entry filed under: Life Lessons, Traveling. Tags: , , , .

Ternyata Ya, Dokter Disini Itu… There You’ll Be (Aku Gak Suka Laki-laki yang Takut Berkomitmen.)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Thank you for visiting my blog! I hope you enjoy your time here. Please forgive me for any bad words or pictures I might undeliberately put in here. Please leave some comments and thank you for coming back again.

RSS Quote of the Day

  • Mae West
    "His mother should have thrown him away and kept the stork."

My Tweets

Contact

Books I Love

Monthly Posts

Other Information

Click to view my Personality Profile page

Content copyrighted.


%d bloggers like this: