Dicari: Kokain, Sabu-sabu, Valium, Diazepam, Librium, dkk

August 19, 2008 at 11:19 pm 1 comment


God, I need a crack.

Masalah bicara ini sangat membuat depresi.

How can I speak fluently, betapapun menguasainya aku terhadap materi, konsep dan teori yang sudah aku persiapkan?

Aku butuh dipahami, bukan diketawain, bukan diangguk-anggukin, bukan sekedar “udah gapapa, kamu pasti bisa laaah”.

Aku butuh suatu esensi makhluk hidup yang mampu mengerti kekurangan ini.

Ketika aku tidak sanggup mengeluarkan kata, dia akan paham dan menolongku keluar dari situasi sulit itu.

Ketika aku dipermalukan oleh mereka yang kejam, dia akan merangkulku dan tetep anggep aku luar biasa menakjubkan, memiliki kelebihan dibanding orang lain yang merendahkan.

Dalam beberapa waktu, aku akan menghadapi eksekusi ini. Semua orang hanya mengkhawatirkan, akankah mereka bisa menjawab lontaran pertanyaan dari dosen penguji? Sudah cukupkah materi yang dipersiapkan?

Mereka bahkan mengundang semua orang untuk datang.

Aku mengkhawatirkan semuanya.

SEMUANYA.

Materi. Program. Pakaian. Sepatu. Make up. Intonasi suara. Gerak gerik wajah. Cara bicara. Cara mengeluarkan kata-kata yang tepat agar kekurangan itu tidak terlihat dan membuat segalanya berantakan. Bagaimana agar kata-kata berawalan huruf tertentu tidak perlu diucapkan. Bagaimana agar wajahku tetap terlihat menarik walaupun sedang menghadapi serangan pertanyaan. Bagaimana agar sepatuku tidak menimbulkan suara ‘tuk, tuk’ ketika aku melangkah. Bagaimana agar orang memahami apa yang kumaksud. Bagaimana agar aku melalui semuanya tanpa rasa kuatir dan grogi berlebihan seperti yang kutakutkan. Dan bagaimana caranya agar ruangan itu hanya berisi kurang dari sepuluh orang.

I really need a crack. SS or something.

Tiap aku inget tentang saat-saat yang terasa bagai eksekusi mati itu, hatiku seperti ditusuk, harapanku seperti dirajam, mimpi indahku seperti dirobek. Aku takut kekuranganku akan menghambatku. Ketika aku tau apa yang akan kukatakan namun kata-kata itu tersangkut di sela-sela nafasku, aku akan menjadi diam. Seolah tidak punya jawaban. Padahal aku punya jawaban, tapi tidak bisa kukatakan. Dan nilaiku pun menjadi jelek. Karena kekurangan yang berbahaya ini. Yang sangat ingin kulepas pergi. Kekurangan yang embarrassing, menghambat, merusak, membuat depresi, yang dipicu oleh tekanan dan ketakutan.

God, I REALLY need a crack. Low dose. Atau apapun yang berdosis rendah, racun tikus atau apa, agar semua kekhawatiran itu tidak terjadi, then I’ll feel free, bebas, lepas, lancar… Oh, aku tidak akan addicted to it. I promise.

Pak-bu polisi, please don’t arrest me. Semua ini hanya demi sebuah seminar tanpa interupsi supaya dapet nilai minimal A-.

Advertisements

Entry filed under: College, Screwed-up.

Detik-detik Terakhir (Kind of Lame, Though.) Graduating

1 Comment Add your own

  • 1. indrapamungkas  |  September 4, 2008 at 4:33 am

    Fansi, youre not the only person that goin through this kind of stuff. every student will do. so just relax. . .
    anyway, dosen2 penguji itu cuman manusia biasa kan? they are not God..so, there’s nothin to be worried. 🙂

    yg aku khawatirkan sebetulnya adalah diri aku sendiri kok… the problem is inside, thats why i need some cures.

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Thank you for visiting my blog! I hope you enjoy your time here. Please forgive me for any bad words or pictures I might undeliberately put in here. Please leave some comments and thank you for coming back again.

RSS Quote of the Day

  • Lisa Kudrow
    "You have to surrender to the fact that you are of too many in a highly competitive field where it is difficult to stand out. Over time, through your work, you will demonstrate who you are and what you bring to the field. Just stay with it and keep working."

My Tweets

  • RT @maulina_atmojo: Aku hanya butuh kamu, buku, dan secangkir kopi. Tenanglah, 2 hal terakhir hanya kamuflase, aku tidak ingin terlihat ter… 2 days ago
  • RT @ronitoxid: seringnya saat kamu bicara terus tentang apa saja aku ga paham apa yang kamu omongkan tapi anehnya aku nyaman karena aku ga… 2 days ago
  • But to look beyond the glory is the hardest part For a hero’s strength is measured by his heart 2 days ago
  • (Cuci mobil sendiri) I: kok ga dibawa ke tukang cuci aja? A: (sambil sibuk ngelap) duitnya buat ke Eropa. 4 days ago
  • Nyetir dalam kondisi hujan deres di sore hari mengharuskan pengendara mobil nyalahin lampu kabut dan lampu kecil mo… twitter.com/i/web/status/9… 4 days ago

Contact

Books I Love

Monthly Posts

Other Information

Click to view my Personality Profile page

Content copyrighted.


%d bloggers like this: