Batik = Trend?

July 27, 2008 at 9:36 am 6 comments


Batik, whatever it means, sekarang lagi happening di Indonesia sebage fashion item yang wajib dipake baik untuk jalan-jalan biasa atau ke acara-acara resmi yang glamour. Banyak perempuan pake baju atau celana dan rok bermotif batik, dengan model yang manis, dan mereka memakainya karena sekarang batik emang lagi populer. (Hmm, I wonder what he would say about batik if only he is still my, uh, so-called boyfriend–he must be jabbering a lot that his mouth is full of suck-smelled foam, asking me to wearing it too!) Ada juga orang yang emang dari dulu suka pake segala macem yang bermotif batik sampe-sampe ogah dibilang cuman ikut-ikutan mode doang, dan ada juga golongan kecil (atau besar ya?) yang gak peduli sama tren batik ini.

Well, dimanakah posisiku? Mengingat aku adalah tipe perempuan yang suka ngikutin perkembangan fashion (garis bawah: cuman ngikutin, bukan mraktekin atau ngaplikasiin), ya, it turns out aku gak ikut-ikut pake motif batik. Sebetulnya gak masalah sih kalo emang harus pake, toh kadang aku suka gelap mata juga kalo ngeliat benda lucu-lucu (termasuk batik) di etalase-etalase toko. Tapi yang bikin aku gak interest untuk membeli benda (baju, dalam hal ini) bermotif batik adalah, “baju-baju bermotif batik itu modelnya kok tanggung-tanggung banget yak!?”

Iya, di seantero pertokoan yang aku temuin lagi ngejual batik, selalu modelnya kalo gak terusan sepinggul yang berlengan pendek dengan kerut-kerut di bagian dada dan ada tali pinggangnya, ya model serupa tapi lengannya cuman sepanjang siku agak ke bawah dikit. 7/6 gitu deh. Tanggung banget, gak sampe pergelangan tangan, padahal aku kan kalo milih baju ya antara dua pilihan: berlengan panjang atau gak berlengan sama sekali. Uuuh. Udah gitu baju-baju batik itu juga mempunyai bentuk yang didesain agak-agak menggembung gitu di bagian lengannya–it won’t fit so much with my skinny arms, you know! Why on earth they design such a halfhearted shape of sleeve anyway? Kalo kata yang jual sih, kan bisa pake daleman lagi gitu untuk sisa lengannya… yuck, ya jelek atuh. Lengan gembung tanggung bertemu daleman ketat dari bahan dan warna yang berbeda–ya Tuhan, seorang shopaholic seperti Rebecca Brandon (dulu Bloomwood) pun rasanya akan mengutuk ide itu, walaupun dia mampu beli berkontainer-kontainer baju batik! Kenapa sih gak ada baju batik yang berlengan “normal”: panjang sepergelangan tangan dan lurus-lurus aja? Kayak gambar di atas itu lho. Hu-uh.

Jadilah aku perempuan yang gak pernah pake baju batik di masa batik sedang in-in-nya ini. Jadi masalahnya emang bukan di batiknya, tapi di model bajunya yang bukan tipe aku. Tapi lagian, aku lebih suka pake baju berwarna primer seperti ungu, coklat, hijau, merah, dan warna-warna tegas lainnya dibanding baju dengan motif “rame” seperti batik atau printing apalah. Lagian aku kebetulan punya bentuk badan yang super-ramping (ini bukan bentuk kepongahan, ini jujur akan keadaan buruk diri sendiri), jadi mungkin kurang cocok kalo dipakein baju bermotif aneh-aneh–keliatan seperti, apa ya? Seekor semut yang memaksakan diri ngegotong-gotong sebutir nasi, mungkin… Atau anak perempuan berusia 8 tahun yang mukanya di-makeup dengan sentuhan eyeshadow pink, eyeliner ungu, blush on merah, dan lipstik merah tua… Seperti itulah.

Dan ternyata… (berdasarkan quote dari seorang ketua organisasi perbatikan apa gitu yang aku baca di Jawa Pos edisi hari ini) sebuah baju yang bermotif batik, bukan berarti kita menyebutnya batik. Salah besar. Baju itu baru bisa disebut batik kalo pembuatannya dilakukan menggunakan alat bernama canting–dengan kata lain, baju itu dilukisi motif batik hasil buatan tangan manusia sendiri! Bukan sekedar nge-print doang! Baju yang motif batiknya cuman hasil print-printan bukanlah sebuah batik. Ha-ha-ha. Eat this, you shopaholic-wannabes-yang-sayang-sekali-gak-kesampean!

Images courtesy of shopaliciousblog.blogspot.com and yfred.wordpress.com.

Entry filed under: Relax, Take It Easy. Tags: .

The Perfect Thing to Say is… Detik-detik Terakhir (Kind of Lame, Though.)

6 Comments Add your own

  • 1. desudik  |  August 6, 2008 at 1:05 am

    ooh…batik emang lagi tren toh sekarang…pantesan dimana2 jual batik…Ampe mall2 pun jual batik…Mungkin ini biar batik qt ga diaku2in ma malingsia…Hidup batik…(sayang aq ga suka pake batik….).
    btw rebecca brandon tu sapa ya? setau ku yg shopaholic tu victoria beckham, n istri2 pemaen bola laennya

    knapa ga suka pake batik, ‘De?
    Rebecca Brandon itu shopaholic fiktif bikinan Sophie Kinsella… ya ampun, don’t you know her!? yah, wajar, dominasinya mungkin terlalu ‘kena’ di perempuan, hihi.

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Thank you for visiting my blog! I hope you enjoy your time here. Please forgive me for any bad words or pictures I might undeliberately put in here. Please leave some comments and thank you for coming back again.

RSS Quote of the Day

  • Al Franken
    "Mistakes are a part of being human. Appreciate your mistakes for what they are: precious life lessons that can only be learned the hard way. Unless it's a fatal mistake, which, at least, others can learn from."

My Tweets

Contact

Books I Love

Monthly Posts

Other Information

Click to view my Personality Profile page

Content copyrighted.


%d bloggers like this: