Seminar Tugas Akhir

June 26, 2008 at 9:45 pm 5 comments


Seminar TA. Salah satu hal paling menakutkan di seantero peradaban manusia.

Kenapa sih TA harus diseminar-seminarin segala? Udah aja didemoin langsung ke dosen pembimbing dan dosen penguji. Bikin malu aja di depan temen-temen.

Makanya, kalo pas waktuku sidang nanti, aku gak mo ribut-ribut. Aku mo diem aja, menyimpan jadwal seminarku sendiri, supaya gak ada yang dateng. Ada sih yang dateng, tapi jumlahnya gak lebih dari sepuluh orang (plus dua dosen-tidak-pelit-nilai) dan tiga dari mereka telah kupersiapkan dengan pertanyaan-pertanyaan yang jawabannya aku udah tau, nah gampang kan?

Tadi aku nonton dua seminar TA temen-temen seangkatan aku, dan hasilnya sekarang, bukannya kemotivasi, aku malah merasa seperti mau digigit harimau. Nakutin abis. Dosen pembimbing tertampan sedunia-akhirat (aku nulis ini bukan by purpose lho…) itu aja sampe ngomong hal-hal yang memanaskan telinga. Duh, gimana ama aku nanti ya? Mudah-mudahan dosen pengujiku nanti adalah dosen yang berhati lembut dan berwatak penyabar, pemurah serta pemberi. Bukan tipe dosen penguji kayak inisial R itu, ugh!! Oya, dan dosen pembimbingku juga abis dapet jatah dari istrinya malem sebelumnya.

Pelajaran yang bisa aku ambil (buat aku sendiri sih, tapi kali aja berguna buat kamu–not likely sih) dari kejadian horor tadi pagi dan siang:

1. Beberapa hari sebelum maju seminar, latihlah bicara dengan cara pura-pura lagi seminar, di depan kaca di kamar kamu. Pura-puralah sedang berbicara dengan audience, dan anggep aja dosen tertampan sedunia-akhirat itu selalu tersenyum bangga menatapmu (kok najis sih!?). Latian terus-menerus sampe mulut berbusa!

2. Pahami semua yang kamu tulis di slide presentasi dan program.

3. Begitu maju seminar, anggep aja semua yang nontonin kamu itu bukanlah manusia, tapi segerombolan kecoa atau anak-anak kucing yang sibuk mengeong-ngeong manja.

4. Suruh tiga orang temen-temen kamu nanya (pas sesi pertanyaan) dengan pertanyaan yang kamu kasi sendiri (do this before the seminar begins).

5. Pas seminar, kenakanlah baju yang cocok, rok yang pas, sepatu yang cantik, dan jilbab yang nyaman dipake. Jangan pake baju ketat yang tipis dan kusem, jangan pake rok ketat dan dibuat dari bahan yang gak keringet-proof, jangan pake sepatu ibuku yang kegedean dan modelnya kuno itu (asik! Beli sepatu baru!), dan jangan pake jilbab yang jatohnya lebar di leher, berbahan tipis dan transparan, atau malah ketebelan, dan menimbulkan efek muka jadi lebi gelap atau jelek (banyak tuh model jilbab jayak gitu).

Fiuh. Semoga sukses.

Anyway, emang kapan sih aku maju seminar? Kok udah heboh ngebahas itu? Kelar aja belom nih programnya! Uhuhu… adakah sukarelawan yang bersedia menolongku mengerjakan program TA ini? I beg you a lot. Hehehe… sambil nyelem minum aer.

Last word… ciao.

Entry filed under: College. Tags: .

Surabaya yang Menyebalkan! Forget Me Not, Jatim Park…

5 Comments Add your own

  • 1. indrapamungkas  |  June 27, 2008 at 9:43 am

    eh, ada satu hal lagi yang paling penting yang kamu kelupaan : Berdoa

    Gud luck yaaah🙂

    iya ya.. amin.. makasi..

    Reply
  • 2. fajarerror  |  June 27, 2008 at 2:56 pm

    Waduh mo komen apa yach aku??!!
    (Tuing….2 mikir!!)

    Jangankan mikirin seminar TA,
    judul aja masih bingung.
    Hihihi…..
    Belum lagi nyari dosen pembimbing.

    Pengennya sih bikin Web.
    Tapi tentang apa ya chi.
    Punya angan2,
    “Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Posisi Bersetubuh Berbasis Web Dengan Metode XXX”
    Tapi rasanya aneh.
    Masa mo maen, mo nunggu nge-akses internet dulu, keburu ga tegang lagi ntar.
    Hihihi………

    Au’ah bingun,,,,,,
    Maap ga bisa ngasih komen yang sesuai,
    hihihi……

    wah, posisi bersetubuh ya? judulnya diganti ama yg lebi “formal” aja, yg lebi “educating”. hmm, aku juga bingung mo bales gimana, ya ud de, makasi…😀

    Reply
  • 3. sapimoto  |  June 28, 2008 at 11:00 am

    Selesai-in aja dulu TA-nya, baru mikirin seminar.

    i… i… ya…

    Reply
  • 4. TheGoeh  |  June 29, 2008 at 11:29 am

    Dulu aku apa ya, sering2 minta nasehat, petuah sama dosen pembimbing sih,paling nggak beliau ngasih clue kira2 pertanyaan apa yang harus diantisipasi,yang perlu diajawab, atau yang gak perlu dijawab.

    Sama sms-an sama handai tolan sodara minta dukungan dan doa..hayahh..

    Good luck

    iya, I plan to. thank you😉

    Reply
  • 5. alitkarnajaya  |  July 10, 2008 at 11:22 am

    tambah atu..

    Berdoa biar dosen pengujinya dateng telat. Kan ada alasan buat nyetop seminar sebelom kecoak2 dan kucing2 manja itu nembak kita..
    😆

    yep, berdoa itu langkah yg definitely akan saya lakukan di awal, tengah dan akhir acara…

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Thank you for visiting my blog! I hope you enjoy your time here. Please forgive me for any bad words or pictures I might undeliberately put in here. Please leave some comments and thank you for coming back again.

RSS Quote of the Day

  • G. K. Chesterton
    "There is a great deal of difference between an eager man who wants to read a book and the tired man who wants a book to read."

My Tweets

Contact

Books I Love

Monthly Posts

Other Information

Click to view my Personality Profile page

Content copyrighted.


%d bloggers like this: