Is She Going to America?

June 18, 2008 at 7:38 pm 1 comment


Aku udah kelar baca satu novel lagi. Judulnya Shopaholic Abroad, masi tetep karya seorang Sophie Kinsella, masi tetep novel boleh minjem.

Ceritanya masi mirip cerita sebelumnya, dimana Becky terlilit utang gara-gara ketagihan belanja. Cuman permasalahannya sekarang adalah, manajer banknya tidak lagi seramah manajer yang dulu, dan pacarnya, Luke, ngajak doi pindah ke Amerika Serikat. Nah, bakal tambah sering belanja dong? Padahal utang-utang dia sebelumnya aja udah ribuan pounds.

Menurut aku, cerita “sekuel” kali ini gak seseru, selucu dan sebagus “prekuel”nya. Ada bagian-bagian yang terasa seperti dipaksa, dan kesukaan Becky terhadap belanja gak ditulis dengan menarik (atau kurang dipaparkan sejelas di Confessions?). Dan Becky yang sekarang juga bukan Becky yang dulu. Disini, dia lebih dewasa, walopun tetep aja ngacuhin tagihan-tagihannya. Tapi… aku lebi suka Becky yang dulu. Becky yang naif, polos, lucu, napsu belanjanya gede, dan uraian tentang merk-merk mahal serta pembenarannya akan hobi spendernya itu terlihat jelas. Yang diteken disini adalah tentang Amerika, kehilangan pekerjaan, dan arti persahabatan. Dan hubungannya dengan Luke. Yah, ceritanya mulai “menggairahkan” sejak kejadian “tabrakan mobil” itu.

Akhir kata, I recommend this book only if you like the first Shopaholic. I don’t think I’d consider this book great if I’ve never touched Confessions. Nyambung aja sih sama ceritanya. Tapi emosinya gak dapet. Rating: 7,8 dari 10.

Now let’s talk about life. Belakangan ini aku seperti dikejar-kejar. Banyak permasalahan yang harus aku kelarin. Dan, ya, harus AKU pelakunya. Nobody to watch over me, nobody to even be with me. I mean, paling gak, just… stay. Ada. Bersamaku. Hold my hand, atau speak to me when it’s so quiet. Atau, the best is, just a simple hug. Jadi aku gak lagi ngerasa harus ngadepin ini semua sendirian. Masalahnya gak seberat itu sih, tapi tetep aja rasa takut ini menyerangku.

Kalo dianalisis, ketakutanku sebenernya cuman satu. Sesuatu yang ilang, itu dia. Masalahnya aku gak yakin benda sepenting itu bisa ilang. Karena, akulah yang terakhir kali menyentuhnya, akulah yang nyimpen benda itu di kamar aku. Bulan April kemaren, aku masi megang benda itu… dan sekarang benda itu udah ngilang. Aku yakin benda itu diambil orang yang berkepentingan itu–tapi kalo dipikir-pikir, untuk apa dia begitu? Kenapa dia gak ambil kopiannya? Tapi kalo dikaitin ama situasi aku, benda itu impossibly ilang! Aku gak mungkin naro dia di tempat-tempat sembarangan, kan? Aku taro semuanya di satu folder, dan yang ada di folder itu adalah everything BUT it. Kalo sampe itu ilang, ugh… yah, semoga dia yang emang ngambil waktu itu (tapi aku lupa motivasinya). Semoga. Ya Allah, semoga benda itu akan segera kembali…

Aku meracau apa? Let’s get it over. Kerjain TA! *ya Tuhan…

(Updated) sesuatu itu udah ketemu! KETEMU! Rasanya aku pengen menari-nari, melonjak-lonjak, bersorak-sorai, berpesta-pora, dan bercinta! (ups, yang terakhir kayaknya harus ditunda sampe aku nikah.) Doaku dikabulin Allah SWT, oh I love You, God, so much! Kalo aku bisa cium Kamu, aku pasti bakal memeluk dan mencium Kamu (ngomong apaan sih ini?). Tiba-tiba aja sesuatu itu menunjukkan wajah polosnya yang berwarna merah-muda, ketika aku dengan putus asa lagi ngomong ngalor-ngidul ama me-beloved-one di telfon… tuing! Seperti ilustrasi di komik-komik Jepang, tiba-tiba bunga-bunga bermekaran di bawah limpahan cahaya matahari yang lembut menjadi latarbelakang sosokku yang ketawa lebar dengan rambut berkibar-kibar. Padahal, sedetik sebelumnya, yang ada cuman gelap, hitam, dengan garis-garis vertikal di belakangku. (thanks for the analogy, dear. ) Ah… jadi laper… ah, uhm, thanks, baby, I think God sent you to help me find it. Right?

P.S. “Sesuatu” itu apaan sih sebenernya? Kalo mau tau, uhm, tebak dulu deh. Ada hadiah cantik bagi penebak yang bener dan beruntung.😀

Image courtesy of stainedglassoriginals.com.

Entry filed under: Books, Screwed-up. Tags: .

Confessions of a Bookaholic No Longer Lonely

1 Comment Add your own

  • 1. indrapamungkas  |  June 20, 2008 at 6:03 pm

    eh eh, apa apa yang hilang itu?? karet rambut? kaos kaki? pensil? apaahh. . *penasaran*

    btw, i’ve bought some books and havent read it. ..🙂

    salah besarrr. clue: kotak, pink, tipis, penting, klo ilang harus lapor polisi. hhe. iya nih, kmu beli tiga buku “best seller” sekaligus–bner” dibaca ga tuh bang? katanya kan suka angin”an, hihi.

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Thank you for visiting my blog! I hope you enjoy your time here. Please forgive me for any bad words or pictures I might undeliberately put in here. Please leave some comments and thank you for coming back again.

RSS Quote of the Day

  • G. K. Chesterton
    "There is a great deal of difference between an eager man who wants to read a book and the tired man who wants a book to read."

My Tweets

Contact

Books I Love

Monthly Posts

Other Information

Click to view my Personality Profile page

Content copyrighted.


%d bloggers like this: