Mati

April 17, 2008 at 1:33 pm 7 comments


You can call me a losing. Semuanya, dan parahnya, aku kehilangan bagian paling krusial yang biasa kugunakan untuk menopang semangat hidup: motivasi. Aku kehilangan gairah. Untuk segalanya, kecuali tidur dan bernafas. Aku malas membersihkan rumah. Entahlah; tiap membuka mata di pagi hari, bahkan tidaklah lagi pantas disebut pagi ketika jarum jam menunjukkan pukul tujuh, delapan, atau sepuluh–aku hanya menghabiskan pagiku dengan membaca koran dengan tidak benar-benar memahami isinya (hanya menyimak apa yang menurutku menarik saja, sekitar 1% dari keseluruhan isi koran) untuk kemudian berlanjut tidur (lagi). Ketika jam menunjukkan pukul 10, aku merasa harus mandi, bukan ‘ingin’ mandi. Kemudian aku akan makan jika ada makanan, atau hanya makan sisa es krim Mini Cornetto sebagai sarapan. Aku terlalu tidak bergairah untuk memasak telur, nasi goreng, tahu, tempe, atau sekedar membuat susu kedelai. Memasak air saja aku malas. Aku lebih suka membaca buku, majalah, koran, sambil tidur-tiduran, atau nonton TV, dan kemudian tertidur lagi sampai pukul dua atau tiga sore. Aku malas mencuci pakaian. Aku malas menyetrika pakaian. Aku malas menyapu, mengepel, mengelap, bahkan untuk sekedar memeriksa apakah barang-barang di rumah ini kotor atau tidak, aku tidak bersemangat. Aku tidak ingin pergi berjalan-jalan ke pusat pertokoan. Aku tidak ingin ke museum. Aku tidak ingin memotret. Aku menghindari kampusku. Aku tidak bergairah menemui dosenku yang tampan. Aku tidak ingin bersenang-senang dengan teman-temanku. Aku tidak ingin sekedar mengemudi tanpa tujuan. Aku tidak ingin menghabiskan bensinku. Aku malas membersihkan mobilku. Aku malas mengguntingi tanaman liar di kebun depan rumahku. Aku malas memoles kayu yang ada di dalam rumahku. Aku bahkan malas meneruskan karya mobil-mobilan dari kertasku karena polanya terlalu sulit, dan aku malas berusaha membuatnya menjadi mudah.

Aku benar-benar kehilangan motivasi untuk semua yang ada di sekitarku, semua yang biasanya kusukai.

Semua terjadi ketika aku kehilangan separuh jiwaku. Separuh nafas, separuh hati, separuh hidupku, baru saja pergi. Dan kepergiannya membunuhku. Aku pun menjadi layu. Matahariku telah pergi. Aku tidak sanggup melakukan apapun tanpanya. Tapi aku tidak ingin mati. Aku masih ingin merasakan indahnya dunia (indah di balik kecewaku). Aku tidak ingin hidup tanpa motivasi… Tapi aku begitu ingin termotivasi karena diterpa cahaya matahari. Aku ingin punya tujuan. Aku ingin merasa bahagia dan kuat. Tapi aku lemah, tanpa ia yang telah membawa pergi setengah dari hidupku, merenggut semangat dan gairah hidupku.

Kembalilah…

Entry filed under: Free Speechs, Love. Tags: .

“Pak Guru, Ada PR?” Puh! Cuih!

7 Comments Add your own

  • 1. empe  |  April 19, 2008 at 3:41 am

    berhubungan dengan cinta kah kah kah?

    *maap maap kalo salah :malu:*

    heheheh… kalo benar diatas, yah…



    sabar aja deh😀

    cari kesibukan yang diluar kebiasaan kita aja. cari hal-hal baru (yang benar-benar baru).

    keluar dari kamar, jelajahi sudut-sudut jalan yang asing, melihat hal-hal baru, mungkin terasa berat di awal langkah. tapi lebih baik dari pada mengalami stagnansi di tempat saja, kan?

    *pernah merasakan*

    I tried, bang. memang rasanya mendingan kalo ngeliat yg baru”. tapi, kalo udah pulang dan tidur sendirian pas malem”, the emptiness come again… *Audy – Menangis Semalam mode REPEATEDLY on* huaaa… huaaa… I’m so dead… Periode ternista, terburuk, tersedih, terpuruk (lah?) of all these times…

    Reply
  • 2. empe  |  April 20, 2008 at 5:11 am

    heheheheeh,

    merasakan level terendah dalam hidup yah?

    hmmm.. memang susah sih, ga boleh sendirian yang pasti. coba nginep di rumah temen, kalau nggak aja temen-temen hangout kemana.

    hmm.. tapi yang pasti, setelah masa itu berlalu, bakal dapat kekuatan baru buat menjalankan hidup.

    percaya deh..

    percaya yah yah yah? *sambil colek2*

    kalo tidur malem, masa’ ga sendirian? nginep yah, iya sih… tapi males ah nginep”, kalo ga perlu” bgt, ga suka…🙂

    kekuatan, kekuatan, kekuatan, datanglah!!! hiyat…

    makasi ya udah nyoba ngeyakinin aku. it means a lot.

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Thank you for visiting my blog! I hope you enjoy your time here. Please forgive me for any bad words or pictures I might undeliberately put in here. Please leave some comments and thank you for coming back again.

RSS Quote of the Day

  • Al Franken
    "Mistakes are a part of being human. Appreciate your mistakes for what they are: precious life lessons that can only be learned the hard way. Unless it's a fatal mistake, which, at least, others can learn from."

My Tweets

Contact

Books I Love

Monthly Posts

Other Information

Click to view my Personality Profile page

Content copyrighted.


%d bloggers like this: