Itu Fitnah!

April 5, 2008 at 7:26 pm 2 comments


DISCLAIMER: post di bawah mengandung kata-kata, persepsi, sugesti, dan opini yang mungkin, bagi beberapa pihak, ngawur. Aku tegesin: yang aku tulis adalah hasil pemikiranku sendiri, hasil opini, bukan merupakan ajakan/propaganda/pembenaran. Ini cuman uneg-uneg yang ada di otak aku aja. Jadi mohon maaf kalo ada kesalahan dalem semua aspek (pasti ada), dan karena itu, tolong jangan lupa dikasi koreksinya. Okeh? Peace!😉

Jadi tergelitik juga membaca beberapa komentar dan reaksi masyarakat tentang sebuah film pendek berjudul Fitna. Langsung aja ya. Kalo menurut pendapat pribadi aku sih ya, sebelum kita para umat muslim jadi emosi gara-gara pemberitaan negatif tentang film ini di media massa lokal, yang bahwa pada intinya film karya anggota parlemen Belanda Geert Wilders ini dibuat dengan sangat mendiskreditkan agama Islam, kita lebih baik menyimak lebih dulu gimana sih “isi” atau plot film ini. Berita di media massa kan bisa menyesatkan, dan cenderung bergantung pada subjektifitas editor. Sebelum sibuk bertindak anarkis (apalagi ngelemparin gedung pake bahan makanan yang notabene harganya selangit untuk ukuran rakyat jelata dan keluarga miskin yang bayinya menderita gizi buruk), why don’t give this movie a try? Kita bisa mendownloadnya di YouTube atau situs dan blog lain yang nyediain filmnya (ups, aku kok propaganda? Menyoal tulisan seorang temen tentang dimejahijaukannya blogger yang menulis tentang hal-hal yang melanggar Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, apa setelah ini aku bakal dipenjara?). Nanti setelah nonton, baru deh memberi penilaian sendiri.

Ini loh Geert Wilders... Kalo menurut aku sih ya, sebagai orang yang sebenernya belum pernah nonton film itu (you may stop reading this cuz isinya ditulis secara sok-tau, padahal belum nonton filmnya), yang pertama aku lakuin adalah ngeliat dan nyoba memahami judulnya. Fitna. Apa sih arti dari kata “fitna”? Apa sama ama “fitnah”? Coba cek disini. Bingung yah? Sekarang kalo menurut pengertian Wikipedia yang “schism, secession, upheaval and anarchy at once“, yang mirip-mirip arti fitnah dari tafsiran orang Indonesia, berarti Fitna artinya kurang-lebih sesuatu yang dimaknai secara salah. Eh, ini jawaban versi pribadi loh ya! Aku gak yakin bener apa salah, makanya, peace… dan CMIIW, kemungkinan wrong-nya gede…

Back to topic, nah, sekarang kita udah tau bahwa film ini, kalo ditilik dari judul, adalah film tentang “hal-hal yang dimaknai secara salah”. Contohnya, hari ini aku jalan-jalan ke supermarket pake baju warna biru. Trus orang supermarket cerita ke temennya bahwa dia ngeliat aku pake baju warna merah. Gak tau motivasinya apa, tapi yang pasti, dia bisa dibilang melakukan hal-hal sejenis “fitnah”. Bisa jadi dia boong untuk menutupi rasa benci temennya akan warna biru, bisa jadi dia lupa warna baju yang aku pake. Yah, yang terakhir itu masalah lain. Pokonya gitu deeeeh… Jadi, film Fitna menceritakan sesuatu yang nyata dan bener, tapi oleh filmmakernya dibikin salah. Disalah-salahin gitu. Dia tau yang bener itu gimana. Tapi dia seperti mencari kesalahan dan membuat supaya yang bener itu jadi salah.

holy... Oke, tingkah om parlemen yang pernah tinggal di Israel dan hobi ngejar perempuan (Jawa Pos, 4 April 2008) ini emang bikin orang bertanya-tanya. Apa maksutnya menyalahkan aturan agama Islam? Dan sekarang, melalui persepsi pribadiku (yang sejauh ini bukan dipengaruhi oleh omongan atau pemberitaan lain), aku coba melihat kembali judul filmnya. Fitna. Kemudian aku melihat isi filmnya. Tentang penyalahan arti aturan dalam Al Quran dan tingkah-tingkah anarkis orang muslim. Kemudian aku mencari korelasi antara judul dan isi. Ternyata hubungannya jelas. Jelas aja judulnya Fitna, kan isinya tentang hal-hal yang emang fitnah. Jadi dia mungkin sengaja membuat sesuatu yang dibikin salah! Dia tau itu salah (duh, CMIIW banget deh). Dia membuat bentuk penyelewengan Al Quran, sementara dia sendiri sebenernya memaknai betul arti sesungguhnya. Masih menurut wawancara dengan Wilders yang dimuat di Jawa Pos tadi, dia menghabiskan sepuluh tahun mempelajari Islam. Jadi, kesimpulannya, masih menurut analisis ngawurku, film ini dibuat bukan karena Wilders tidak memahami Islam dan yang dia tau hanya “Al Quran itu salah”. Bukan itu. Film ini bukan untuk menyerang, tapi merupakan penunjukan bahwa “ini lho bentuk penyelewengan Al Quran. Dan semua itu fitna.” (again, a CMIIW).

Menurutku, tindakannya memfilmkan sesuatu yang sensitif seperti itu adalah salah, kalo dia tidak mengumumkan alesan yang melatarbelakanginya bikin film itu, atau dia mengemukakan alesan yang “jahat”. Coba dia bilang, “Tujuan saya bikin film ini adalah supaya masyarakat tau, ini lho bentuk penyelewengan dalam Islam” dan bukannya malah terang-terangan menghujat Islam dan mengakui bahwa dia benci Islam. Dan pembuatan film itu juga jadi salah karena dia tidak memberikan solusi atas kesalahan pemaknaan Al Quran itu. Jadi, salahkah Wilders? Ya, dia salah.

Freedom to Expression. Mungkin pada awalnya dia benar ketika dia mengatakan, “ini bentuk kebebasan berekspresi”. Memang. Siapapun boleh membuat film, dan sebuah film adalah mutlak dunia yang diciptakan sang sutradara. Tapi munculnya film ini menjadi salah ketika dia tidak memberikan solusi positif atas kesalahan persepsi (fitnah) yang ditunjukkan di film, ditambah pengakuannya bahwa dia benci Islam. Dan munculnya film ini pun menjadi salah karena ketika dia berlindung pada jargon “kebebasan berekspresi”, dia tidak memikirkan pihak-pihak lain, terutama reaksi umat muslim di dunia. Seharusnya dia mikir psikologi kebalikan: gimana kalo dia adalah umat sebuah agama, dan tiba-tiba ada film yang menghina agamanya yang dibuat oleh sutradara yang membenci agamanya. Dia pasti marah kan? Seenaknya aja orang itu men-disgrace agamanya. Apa dia gak tau bahwa hal itu mengancam kedamaian dan kerukunan hidup antarumat beragama?

Jadi, kesimpulannya… Ambillah nilai positif dari kejadian ini, dan mari kita himbau semua pihak (terutama pihak-pihak yang kecanduan demo dan orasi serta hobi memukul-rata karakter orang) untuk kembali lagi ke nilai holistik Al Quran. Halah. Tumben aku bisa nulis kek gini. Klik disini untuk sumber yang lebi terpercaya.

Entry filed under: Religions & Beliefs. Tags: .

Puzzled ʞnʇuɐƃu uɐp ƃuǝsı

2 Comments Add your own

  • 1. konjiel  |  April 7, 2008 at 1:56 pm

    belanda tu negara paling ngawur!
    liat aja mana ada negara yang mengesahkan pernikahan antar kaum gay atu lesbi kalo bukan belanda?
    mana ada prostitusi dan klab tari telanjang yang legal kalo bukan belanda?
    mana ada juga negara yang melegalkan warganya menghisap ganja kalo bukan belanda?

    keknya target om osama sebentar lagi adalah belanda..

    wah! baru ngeh aku. yah, I just watched the movie this afternoon, and felt like… what a stupid arse’… hahaha… ga dewasa banget! tapiii, yah, disikapi dengan kepala dingin saja… bukan begitu bapak? jangan malah bikin si ‘sutradara’ ngerasa sukses, karena filmnya betul. hiks. thanks for the information, dude!😉

    Reply
  • 2. rudy  |  April 7, 2008 at 8:49 pm

    no offense…

    1. gak kali ini aja musuh2 Islam melecehkan dan menghina Islam, jangankan sekarang dimana aqidah umat Islam tidak sekuat sewaktu jaman Rosul, di jaman Rosul pun mereka kurang ajar🙂 gak aneh…

    2. Ada 2 tipe ayat di AlQuran, Makiyah dan Madaniyah. Wilders menyalahgunakan ayat2 Madaniyah dimana saat itu adalah saat perang, saat perang tentu saja umat Islam harus memerangi musuh2nya. Bandingkan dengan ayat2 Makiyah dimana umat Islam sudah memegang rule pemerintahan, semua umat dilindungi baik muslim maupun non muslim.

    so sikap kita adalah serahkan pada yang berwenang, karena demo maupun berbuat kerusakan hanya memuaskan emosi sesaat dan tidak memperbaiki keadaan…

    nice info, sir.😉 mnurut aku se, hal ini sebenernya ga penting untuk jadi bahan pembahasan panjang-lebar, secara film ini sebenernya ga berkualitas, buruk, merupakan propaganda politik/agama, pembunuhan karakter (hueww…), ga penting, blah blah. lah trus kenapa aku bela-belain nulis di blog? nulisnya pas lagi dlm keadaan sakit pula. ga tau de… jangan-jangan aku kesambet sesuatu…

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Thank you for visiting my blog! I hope you enjoy your time here. Please forgive me for any bad words or pictures I might undeliberately put in here. Please leave some comments and thank you for coming back again.

RSS Quote of the Day

  • G. K. Chesterton
    "There is a great deal of difference between an eager man who wants to read a book and the tired man who wants a book to read."

My Tweets

Contact

Books I Love

Monthly Posts

Other Information

Click to view my Personality Profile page

Content copyrighted.


%d bloggers like this: