Lelaki Tersayang

March 30, 2008 at 12:25 am 11 comments


DISCLAIMER (updated): post ini agak-agak ‘daydreaming’ dan sedikit ‘put my mind into sort of selfish state’, jadi maap kalo menimbulkan perasaan jengah ato jijay. I warn you before!

Cuma pengen nuangin apa yang ada di otak dan hati tentang kriteria laki-laki idaman untuk disayang… secara mental, psikis, atau kejiwaan. Bukan secara fisik, bukan juga status sosial dan hal-hal berbau lahiriah.

Here he is, my hopefully future husband:

» Dia nerima aku apa adanya, mo aku kurus/gendut, mo aku pinter/o’on, dan bisa anggep aku temen berdebat yang seimbang, bukan cowo yang merasa lebih dan superior. Cowo yang akan membelai lembut kepalaku ketika aku kehabisan kata-kata, bukan cowo yang ketawa ngejek sambil bilang “aku bilang juga apa!”. Bahkan klo dia liat tanda-tanda sedih/kecewa/sebel di mukaku, dia akan ngerti suasana hati aku dan akan menghiburku untuk bilang, pada intinya, bahwa dia mencintai aku apa adanya diri ini… Dia akan hentikan debatnya dan menghiburku.

» Bertanggung jawab atas pilihan sikapnya. Ketika dia marah karena suatu hal yang berhubungan dengan aku atau kami, dia gak akan bilang “gara2 kmu” sebab kalimat itu menunjukkan betapa minim rasa tanggung jawab atas perasaannya dan betapa defensif serta gak-laki-banget sikapnya. Dia akan jauh lebih memiliki tempat di hati ini kalo dia bilang “ayo cari solusi terbaiknya”. Point at me, Cupid!

» Ketika aku fokus di hal-hal yang aku suka dan pengen melibatkan dia di dalemnya, dia akan antusias menyambutnya dan bukannya malah fokus ke hal-hal laen yang sebenernya dia (lebih) suka; intinya, dia mau menunda kesukaannya demi menyenangkan aku lebih dulu.

» Gak punya pikiran mesum/cabul. Dikit-dikit gpp, namanya juga cowo, tp jangan jadi habit. Dia gak suka segala konten porno, kecuali yang lucu-lucuan [joke]. Dia gak pernah dengan sengaja mencari dan mendownload konten porno (atau seenggaknya, pernah di masa lalu, sekarang insaf). Dia nonton porno cuman karena pas kebetulan temennya ada yang ngajakin, tapi selebihnya anggep porno itu gak penting dan nambah-nambah dosa makanya dia gak ikut-ikutan.

» Selalu solat, ngaji, kalo pas barengan dia ngajak solat berjamaah, tadarus juga sekali-sekali.

» Gak melihat perempuan sebage barang dagangan atau objek. Kalo liat cewe seksi di jalan, dia akan istighfar dan memalingkan muka (terutama kalo pas ada aku di sampingnya). Dia lebih suka cewe berpakean tertutup daripada kebuka-buka, dan dia gak suka cewe yang looks wild. Dia gak suka cewe ngerokok, cewe keluar malem untuk ajojing, cewe yang ke mal cuman pake hotpants. Risih. Gak sesuai agama juga. Dia punya rasa kasian ama cewe itu juga, secara itu cewe dijadiin objek pemuas nafsu cowo-cowo beriman jongkok.

» Dewasa, berpikiran matang, anggep aku dewasa, meninggikan aku, menghormati aku sebage perempuan terhormat, menghargai aku dan hak-hakku, menjaga harga diri dan kesucian fisikku, menjagaku karena baginya aku adalah barang mewah yang gak ternilai harganya, sehingga dia takkan pernah merusak aku dan melakukan hal-hal cabul dan mesum (apalagi kalo sampe maksa, idih ), dan walaupun sebage laki-laki normal dia tetep punya desire khusus, cintanya padaku ngalahin nafsu yang belum waktunya itu.

» Mampu menjaga pandangan dan matanya dari seliweran cewe-cewe, apalagi klo yang dilirik lebih seksi dan bahenol dibanding aku. Semua dia lakuin utk jaga perasaanku, karena dia sadar bahwa hati perempuan itu bagai samudra yang luas tak terselami dan akan sulit menyembuhkan luka di dalem samudra sedalam itu. Perempuan akan menyimpan semua kisah yang terjadi pada mereka selamanya, dan dia gak bakal tega nyakitin aku dengan matanya yang gak bisa diem. Hearts

» Mau mendengarkan aku, mengomentari ceritaku walau sedikit, bukan cowo yang hanya mendengar apa yang mereka ingin dengar. Cowo yang memperhatikan kebutuhanku, bukan cowo yang alakadarnya nolong aku, apalagi klo cowo itu ngelakuinnya dengan alesan “karena dia pacarku” bukan “karena dia orang yang aku cintai”.

Fiuh, segitu dulu lah. Tar kalo nemu kriteria laen lagi, insyaallah aku update. Doain ya, aku bakal dapet suami yang seperti itu… amin. Bdw, ada yang pengen nyolot “ngaca dong!” ya? Hiks, emang gak bole ya manusia punya keinginan dan mimpi…? Lepas dari keadaanku sendiri yang mungkin gak deserve what I want? Please let me have a dream…

Entry filed under: Free Speechs, Love. Tags: .

Rainy, Rainy Days… My Kind of Jilbab

11 Comments Add your own

  • 1. fasha  |  April 2, 2008 at 8:22 pm

    Yang terpenting adalah kita berangkat dari kita dulu.
    Kita ini adalah insan pribadi yang kadang ga tau akan hal yang sebenarnya.
    Seimbang ataupun tidak kitapun tidak tau.
    Atau mungkin tau dari point of view kita sendiri.
    Jika ada pertanyaan mengapa bumi slalu dianjak manusia??
    Sedangkan langit tidak??
    Apakah itu berarti seimbang??
    Ataukah sebaliknya??
    Yaa yang jelas kepastiannya pasti sudah ada yang menghitung.
    Dan itu pasti adil baginya, dan kita hanyalah secuil yang ditiupkannya untuk ikut menginjak bumi.
    Buatku meneteskan air mata sungguh menyenangkan, dari pada slalu menuntut keseimbangan.
    Yang mungkin slalu mustahil untuk kita temukan secara nalar yang begitu pasti.

    *mata berkaca-kaca* Jar… ya ampun bagus banget tulisannya… kamu kok pengertian banget sih? sayang… (sayang kenapa!?)😉

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Thank you for visiting my blog! I hope you enjoy your time here. Please forgive me for any bad words or pictures I might undeliberately put in here. Please leave some comments and thank you for coming back again.

RSS Quote of the Day

  • G. K. Chesterton
    "There is a great deal of difference between an eager man who wants to read a book and the tired man who wants a book to read."

My Tweets

Contact

Books I Love

Monthly Posts

Other Information

Click to view my Personality Profile page

Content copyrighted.


%d bloggers like this: