Rumah Sendiri

February 20, 2008 at 10:23 pm 3 comments


Sometimes I do useless stuff.

Lil’bit gak nyambung, dua hari belakangan ini aku gak di rumah. (Biar rumah mencariku, biarkan dia terbang jauh…) Still in this hot-tempered town tapi aku, by luck, happened to get this chance of staying at one of Surabaya’s 4-star hotels. No name, just clue: hotel ini member dari PP.

Kamar 506 kita masukin tanpa prasangka: must be another hotel rooms. Ternyata salah. Ini adalah tipe kamar deluxe, dengan dua TV, tiga ruangan, jubah mandi, senter, sofa yang multifungsi sebage ranjang, trus… yah standar hotel-hotel lah. Uhm, thanks, dad… I LOVE YOU.

Berhubung masi di kota sendiri (ngerasa Surabaya jadi hometown…), kalo mo makan tinggal turun dan nyebrang beberapa meter. Lokasi hotel ini emang sangat-sangat-sangat strategis: deket pusat perbelanjaan gede, deket supermarket, deket perkantoran, deket kumpulan PKL, dan jalanannya merupakan salah satu jalan protokol kota. In the depth of the dawn I loved to stare down and around at those taxi cabs, people selling something a lil’bit filthy on the sidewalk, cars passing by, and how dark and silent those buildings are. Menjelang jam 11 pagi, kehidupan mulai berjalan ritmik, dan menjelang jam 6 sore, everything’s so lively. Light’s everywhere I could see. Ternyata, restoran Black Angus itu ada yang letaknya di langit-langit gedung ya!? Indahnya.

Hmm. Talking about food and beverages, the overall scoring is 9… Makanannya enak banget. Sounds like katro, perhaps, tapi gak cuman makanan doang yang racikannya pas (dan jus buah yang kerasa asli!), tapi juga para waitressnya yang ramah dan suasananya yang, uhm, remang-remang, adem, dan bersih. Pas aku dan adekku masuk restonya, kita sempet stunning sebentar: tamu-tamunya kok pada pake jas dan dasi semua ya!? Didominasi ama bapak-bapak yang keliatan banget businessman gitu lah. Hyah, langsung keder… Sama sekali gak ada anak-anak ato bahkan remaja… Tapi belaga cuek aja lah. Ngambil nasi goreng, sosis, omelet, ama jus jeruk.

Tinggal di hotel, seperti kata sapatuhnamanya yang diperanin John Cusack di 1408, adalah hal yang mengerikan. Kamar hotel yang kita tempatin kan bekas orang-orang dulu. Hmm, karena suasana kamar 506 beda ama 1408, gak kepikiran lah hal-hal creepy kayak gitu. Yang pasti, it was such a blessing to meet and stay together with him again, in such a place, with no money outta my wallet, and with love and care to each other…

Just like a paradox: ketika orang-orang berbaju mahal dan branded memasuki kamar yang mewah dengan rate dua juta permalem dan mereka bilang hal-hal terpuji tentang betapa mewahnya hotel ini bla bla bla, beberapa orang justru kewalahan mencuci seprei, ngelap debu, ngeganti perabotan, nyediain dan nganterin makanan, nyuciin baju-baju kotor, ngebersiin seluruh isi kamar immediately ketika tulisan “Please make up my room” itu tergantung di handle pintu…

Beberapa orang bilang, “aku gak mau kerja ikut orang, maunya jadi bos untuk diri aku sendiri” dan alhamdulillah gak semua orang bilang gitu, karena gak bakal ada bisnis perhotelan dan segala macem usaha kalo gak ada orang-orang kecil yang jadi bawahan. I mean, just work as the destiny tells you to! Kalo semua orang jadi bos, trus tar sapa dong yang ngebersiin semua yang gak bersih? Kan sebage bos gak bakalan tu mau kerja kayak pembantu, yah gak semua, tapi most likely they behave like that…

Dari hotel ke bos, I think this craziness starts to pick the situation, let’s now just end this piece of crap…

Oya, shit happens, jadi jangan murung gitu! Dan tersenyumlah!

Entry filed under: Relax, Take It Easy. Tags: .

Samantha Origami

3 Comments Add your own

  • 1. arhamkendari  |  February 21, 2008 at 5:42 am

    “aku gak mau kerja ikut orang, maunya jadi bos untuk diri aku sendiri”

    yang bilang gitu pasti fans beratnya Robert Kiyosaki,
    hehehe😀

    abang juga termasuk? keknya ga yah, kikikikk…

    Reply
  • 2. titiw  |  February 21, 2008 at 1:07 pm

    Iyah.. tau gak? aku gak pernah punya cita2 jadi bos tuh.. ya.. situnyanya aja yg mental bedinde tiw! hehehehe.. Anyway ilike ur sentence “sounds like katro”, hyehehehe…

    aku kan belajar mengeluarkan statemen” aneh dari mbak Titiw…😀

    Reply
  • 3. Jiewa  |  February 22, 2008 at 10:31 pm

    Hidup spt roda kan.. ada yg dibawah, ada yg diatas.. Balance lah..

    setuju ko! belajar memahami keseimbangan adalah salah satu hal yang wise untuk dilakuin…😀

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Thank you for visiting my blog! I hope you enjoy your time here. Please forgive me for any bad words or pictures I might undeliberately put in here. Please leave some comments and thank you for coming back again.

RSS Quote of the Day

  • G. K. Chesterton
    "There is a great deal of difference between an eager man who wants to read a book and the tired man who wants a book to read."

My Tweets

Contact

Books I Love

Monthly Posts

Other Information

Click to view my Personality Profile page

Content copyrighted.


%d bloggers like this: