Big No…

February 4, 2008 at 4:56 pm 1 comment


You don’t have to be this lame, this lazy, this unimportant!

Ayo Fansi, bersemangatlah… Hidup itu lucu, patut disyukuri, wajib dijalanin sepenuh yang kamu bisa…

I should’ve done this by last six hours, but I dunno where the heck this Dementor-like-sucking came out and took my happiness away. God, bring back my power! My spirit! My health! My resolutions! My complete heart!

And please banish every black-shadowed creature visits when they try to approach me again…

(Alah, cari-cari alibi doang. Bilang aja emang males…)

Gak cuman males, tapi juga pusing, lemes, laper, boring, ga tau mo ngapain, menyesali waktu…

Gak tau ah, kayaknya aku harus memburu berbage inspirasi baru nih; maybe my life has too much dull and empty.

See you, Dementors…

Entry filed under: Screwed-up. Tags: .

He is Now Resting Gila-O-Meter

1 Comment Add your own

  • 1. rudy  |  February 7, 2008 at 4:14 pm

    gak comment, tapi curhat…

    udah seminggu ini perasaan sama persis kaya posting ini, gak tau emang males ato apa tapi gak biasanya kaya gini. sebagai orang yang paling sering berkoar2 memotivasi orang2 di sekelilingnya untuk semangat tapi akhirnya kena batunya juga. memang manusia itu kecil dan tak berdaya, hati ini sungguh mudah dibolak-balikan oleh Allah…

    mungkin kurang bersyukur atas apa yang sudah diberikan, kurang memenuhi kewajiban sehingga hati yang tadinya tenang setenang air bak mandi jadi gak tenang bak air laut pas lagi badai.

    dementor? kasihan juga kalo dementor dijadiin kambing hitam… sebenarnya tidak ada kambing hitam, yang ada adalah kita yang hitam kan? semua yang kita alami baik yang menyenangkan atau menyedihkan datangnya dari akibat perbuatan kita sendiri. kalo mengalami hal baik, disyukuri, kalo mengalami hal buruk, di ikhlaskan. sesimple itu sebenarnya hidup ini, tapi dibalik semua itu banyak nilai2 yang harus diterapkan dan pastinya tidak akan mudah…

    disamping itu juga harus sadar siapa sih kita ini, mimpi yang macem2 dan berharap yang macem2, sudah patutkah kita dikaruniai sesuatu yang blom saatnya? retoris memang… kasarnya “emg lo siapa koq minta imbalan sebesar itu? jasa macam apa yang sudah ditunjukkan untuk kemajuan umat ini?” huf semakin gak jelas…

    di dunia ini kita diciptakan untuk beribadah, salah satunya dengan mencintai seseorang atas dasar cinta kepadaNya, mencintai hidup ini atas dasar cinta kepadaNya… uff klise dan makin2 gak jelas kliatannya…

    it’s complicated(trademark nya FS)…

    ya Allah balikkan hati ini…
    somebody plis help mi…

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Thank you for visiting my blog! I hope you enjoy your time here. Please forgive me for any bad words or pictures I might undeliberately put in here. Please leave some comments and thank you for coming back again.

RSS Quote of the Day

  • Al Franken
    "Mistakes are a part of being human. Appreciate your mistakes for what they are: precious life lessons that can only be learned the hard way. Unless it's a fatal mistake, which, at least, others can learn from."

My Tweets

Contact

Books I Love

Monthly Posts

Other Information

Click to view my Personality Profile page

Content copyrighted.


%d bloggers like this: