Pan’s Labyrinth

January 21, 2008 at 6:35 pm 1 comment


Akhirnya kesampean juga nonton film bergenre fantasi, thriller, dan drama (menurut imdb.com) ini. Ternyata penghargaan yang mengganjar filmnya Guillermo del Toro ini juga seabrek-abrek. Wajar… untuk sebuah film dengan plot dan alur yang bikin aku gak pengen beranjak, serta ending yang memorable. Dan theme song yang menyayat-nyayat. This flick rocks!

Awalnya aku pikir film berjudul asli El Laberinto del Fauno ini murni nyeritain tentang dunia fantasi anak-anak. Ternyata sama sekali bukan itu. Film ini adalah gabungan dari thriller, drama, fantasi, sejarah, politik, perang… Manisnya dunia khayalan anak-anak harus dipaksa menghadapi fakta bahwa pada tahun itu masih terlalu mudah bagi orang-orang dewasa untuk angkat senjata dan saling membunuh. Setelah perang di Spanyol pada tahun 1944, seorang anak perempuan dan ibunya pergi ke sebuah tempat ‘penggilingan’ tempat kapten Vidal bertugas; dia adalah suami kedua wanita yang sedang hamil ini, sementara Ofelia, putrinya yang berusia 11, adalah anak dari suami pertamanya yang meninggal ketika perang.

Oh ya, film ini dibuka dengan adegan yang disukai anak-anak, lengkap dengan dialog “A long time ago, in the underground realm, where there are no lies or pain, there lived a Princess…” namun jangan sampai terkecoh. Rating film ini adalah R (restricted) karena banyak mengandung kekerasan. And so it is… Di dekat tempat penggilingan itu terdapat sebuah labirin misterius, dan Ofelia, seorang anak yang selalu ingin tahu, memasukinya dan disana ia bertemu dengan dewa bernama Pan. Pan mengatakan bahwa Ofelia adalah putri yang telah meninggal di masa lalu, maka untuk mengembalikan putri itu kembali, dan agar putri itu tidak terlanjur menjadi manusia utuh, Ofelia harus melakukan tiga tugas berat dan mengerikan.

Yang serem tuh pas Ofelia masuk ke ruangannya monster bernama The Pale Man. Hiii… Tegang, nakutin, ngeliat monsternya seperti menimbulkan aura setan. Monster ini cuman imajinasi sang sutradara, untungnya. Coba kalo ada beneran (ya gak mungkin!).

Yah, gak mo banyak-banyak cerita lah. Saksikan sendiri film keren ini. Are you watching closely…? (eh!? Ini mah tagline-nya film laen!)

So long!

Entry filed under: Films. Tags: .

The Emptiness Cute Cat!

1 Comment Add your own

  • 1. The Orphanage (Movie) « Howdy, Fansi.™  |  April 21, 2008 at 2:54 pm

    […] produser sekaliber Guillermo del Toro (Hellboy, Pan’s Labyrinth), The Orphanage (El Orfanato) menjadi sebuah karya yang dengan lembut menyentuh hati penontonnya. […]

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Thank you for visiting my blog! I hope you enjoy your time here. Please forgive me for any bad words or pictures I might undeliberately put in here. Please leave some comments and thank you for coming back again.

RSS Quote of the Day

  • G. K. Chesterton
    "There is a great deal of difference between an eager man who wants to read a book and the tired man who wants a book to read."

My Tweets

Contact

Books I Love

Monthly Posts

Other Information

Click to view my Personality Profile page

Content copyrighted.


%d bloggers like this: