Veronika Memutuskan Mati

November 16, 2007 at 1:40 pm 2 comments


Novel terbitan 1998 yang berjudul asli “Veronika Decides to Die” karya sang maestro Paulo Coelho ini bersetting di sebuah negara kecil pecahan Yugoslavia, sebuah negara yang pada awalnya sempet menimbulkan kesan mengerikan tersendiri di otak gw gara-gara film sadis Hostel, Slovenia (dan kemudian gw menyadari kalo kota yang di film itu adalah Slovakia bukan Slovenia!), dengan tokoh sentral seorang wanita 24 tahun bernama Veronika yang cantik dan pintar namun lebih memilih bunuhdiri dibanding terus hidup. Ada beberapa alesan yang dikemukakan perihal pembunuhandiri ini, yang paling utama adalah kejemuannya menghadapi hidup yang begitu-begitu aja, bosen terhadap rutinitas, merasa hidup itu stagnan, sehingga ia lebih baik mati. Alasan lain yang diketahui media (karena sejak percobaan bunuhdirinya di kamar kontrakannya dan ketidakberhasilannya membawanya ke sebuah rumah sakit jiwa ternama di ibukota Slovenia, Ljubljana, bernama Villete, namanya dimuat di media massa) adalah di kamarnya ditemukan surat-yang-belum-sempat-dikirim yang isinya mengkritik masyarakat akan ketidaktahuan mereka akan negara Slovenia–orang sering menyangka Slovenia adalah nama kota di Jerman–dan karena protes itulah ia mengancam bunuhdiri.

Cover

Kenapa ya kita gak boleh beda dari orang-orang kebanyakan?

“… Setiap orang mempunyai keunikan, dengan kualitas, naluri, serta kesenangan dan hasrat bertualang masing-masing. Meskipun demikian masyarakat selalu memaksakan perilaku kolektif, sehingga orang tidak lagi berpikir mengapa ia harus mengikuti perilaku tersebut. Mereka menerima begitu saja …” – Dr. Igor (h. 209)

“Apakah ingin berbeda dianggap sebagai penyakit serius?” – Mari (h. 210)

“Ya, kalau kamu memaksakan dirimu supaya sama seperti orang lain. …” – Dr. Igor (h. 210)

Udah ah… Gw malah ngebocorin beberapa dialog. Baca aja novel yang gw rasa diambil dari kisah nyata ini. (gw rasa!)

So long with other good books.

Entry filed under: Books, Life Lessons. Tags: .

Aku Membencinya I Do…

2 Comments Add your own

  • 1. aLdo  |  November 19, 2007 at 12:59 pm

    kalo’ pinjem, boleh ga?

    Reply
  • 2. yudi  |  April 28, 2008 at 5:22 pm

    gue baru beli buku ini hneh buat gue hadiahin ke seseorang.you think its gud?

    bagus kok. buku ini keren. tapi ceritanya banyak mengupas tentang kejiwaan loh. mungkin timingnya kurang pas kali ye kalo kamu ngasi buku ini di momen” manis kayak ultah, hehe. tapi kalo aku sih, dikasi buku genre apa aja mau… kapan ni ngasi aku? hehe.

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Thank you for visiting my blog! I hope you enjoy your time here. Please forgive me for any bad words or pictures I might undeliberately put in here. Please leave some comments and thank you for coming back again.

RSS Quote of the Day

  • Al Franken
    "Mistakes are a part of being human. Appreciate your mistakes for what they are: precious life lessons that can only be learned the hard way. Unless it's a fatal mistake, which, at least, others can learn from."

My Tweets

Contact

Books I Love

Monthly Posts

Other Information

Click to view my Personality Profile page

Content copyrighted.


%d bloggers like this: