Posts filed under 'Tunes'
One Day In Your Life (OK, Last Murmur of the King)
One day in your life
you’ll remember a place
Someone’s touching your face
You’ll come back and you’ll look around you
One day in your life
You’ll remember the love you found here
You’ll remember me somehow
Though you don’t need me now
I will stay in your heart
And when things fall apart
You’ll remember one day…
One day in your life
When you find that you’re always waiting
For the love we used to share
Just call my name
And I’ll be there
You’ll remember me somehow
Though you don’t need me now
I will stay in your heart
And when things fall apart
You’ll remember one day…
One day in your life
When you find that you’re always longing
for the love we used to share
Just call my name
And I’ll be there
Ketika pertama kali mendengar lagu ini di TV sebagai lagu yang melatarbelakangi liputan pemakaman Putri Diana oleh suatu stasiun TV, tahun 1997, aku langsung menyukainya. Lagu itu seperti pernah kudengar sebelumnya, tanpa pernah kuketahui siapa penyanyinya. Dulu aku mengira yang nyanyi adalah seorang perempuan, karena suaranya yang melengking tinggi. Dan sejak itu lagu itu pun menjadi salah satu lagu yang paling kusukai dan selalu kusenandungkan sebelum tidur, supaya aku tidak lupa (lagu lainnya adalah It Must Have Been Love dari Roxette). Lagu itu membuatku teringat akan “masa lalu”, tanpa meyakini sepenuhnya masa lalu seperti apakah yang muncul dalam bayanganku. Aku hanya merasa seperti “terlempar” ke kenangan-kenangan yang samar, dan sampai sekarang bayang-bayang itu masih ada. Kalo aku pikir-pikir sekarang, kurasa yang kubayangkan itu adalah kenangan ketika aku masih begitu kecil dan lagu ini punya “peran” di dalamnya, seperti seseorang memainkan lagu ini di pemutar kaset dan aku mendengarnya sambil lalu (memori seorang anak kecil memang punya keajaiban mengingat yang luar biasa), sekelebatan memori yang ternyata terekam dan masih bisa diputar untuk selamanya dalam hidupku. One Day In Your Life membuat adegan-adegan itu muncul kembali. Kadang hanya sebaris nada bisa melakukan hal-hal yang menakjubkan padamu.
Hampir sepuluh tahun kemudian, ketika duduk di bangku perkuliahan, aku men-download lagu ini dari Internet. Aku lupa bagaimana aku akhirnya mengetahui bahwa penyanyinya ternyata adalah Michael Jackson, bahwa ia bukanlah seorang perempuan, dan pada saat aku mendapatkan fakta itu (yang pasti bukan saat aku kuliah), aku jadi mengetahui bahwa penyanyi ini ternyata memang memiliki suara yang tinggi seperti perempuan, namun suaranya bagus sekali. Dan sampai sekarang lagu ini tetap memutar ulang memori-yang-kukira-adalah-memori-masa-kecilku, bermain di otakku sampai sang raja musik pop ini selesai menyanyikannya.
Aku sudah tidak lagi menyanyikan lagu ini setiap sebelum tidur (salah satu dari banyak hal yang hilang dari masa kecilku), tapi lagu ini selalu bertengger di deretan playlist MP3 player di ponsel CDMA-ku, Motorola W362 (kok jadi nyebut merk?), yang memang tidak selalu kumainkan, bahkan saking tidak pernah kumainkan itu aku jadi lupa bahwa lagu itu ada di playerku.
Beberapa hari yang lalu, ketika penyanyi bersuara melengking yang jenius tapi juga “eksentrik” tersebut meninggal dunia, aku kembali teringat akan lagu itu. Aku sudah lama tidak mendengarnya, jadi pengen denger lagi. Aku berniat mendownloadnya dari Internet sebab aku yakin lagu itu sudah terhapus dari playerku. Di PC sih masih ada, namun aku males nyalain PC di rumah dan pengen yang instan aja (salah satu efek tumbuhnya era informatika). Namun sebelum mendownload, aku iseng melihat-lihat daftar lagu di playerku, dan kaget ketika menemukan One Day In Your Life termasuk di antaranya. Ternyata aku pernah memasukkan lagu ini, namun lupa kapan dan kenapa aku memasukkannya (aku kan sudah lama ‘melupakan’ lagu ini). Oh, sekian lama ada di player yang kudengarkan setiap hari dan lagu ini aku cuekin begitu aja?
Fakta yang baru kuketahui: lagu ini dinyanyikan oleh Michael Jackson pada saat dia masih belum melakukan operasi plastik sama sekali. Ayahku yang memberitahuku, dan ya, aku memang–dengan noraknya–baru tau! Tadi aku melihat sekilas videonya di tvOne, dan aku terpukau akan manisnya dia waktu itu. Usianya kira-kira seumuran aku sekarang, dan dia tampak sangat innocent. Siapa yang mengira bahwa masa lalunya suram, dan kecintaannya pada anak-anak malah menjadi bumerang bagi dirinya sendiri.
Semoga arwahnya tenang dan bahagia sekarang.
One day in your life
When you find that you’re always longing for the love we used to share
Just call my name
And I’ll be there…
P.S. Baca juga tulisanku (yang gak mutu) tentang MJ disini.
UPDATE:
Karena banyaknya orang masuk ke blog ini karena kata kunci yang berhubungan dengan download lagu ini (media memang sedang membesar-besarkan lagu ini
), maka saya kasih saran aja disini: untuk mendownload lagu ini, silakan masukkan kata kunci semacam “one day in your life mp3 download” di Google, maka kamu akan mendapatkan daftar situs yang menyediakan download gratis untuk lagu ini, tinggal pilih satu. Contoh situs bagus: www.beemp3.com, www.4shared.com (langgananku, ahahaha.) Remember, piracy is a crime!
![]()
7 comments July 3, 2009
Kerispatih dan Video Plagiatnya
Band sekaliber Kerispatih, selain menampilkan musik yang oke, seharusnya juga mampu membayar sutradara video klip yang berkompeten. I love their songs, dan di antara sekian lagu yang bikin bosen setelah didenger berulang-ulang, beberapa memiliki eternal effect alias tidak membosankan biarpun didenger terus sampe kuping budeg. Misalnya lagu ‘Tapi Bukan Aku’ dan yang lagi banyak di-request sekarang, ‘Tak Lekang Oleh Waktu’. What a beautiful melody!
Tapi, alas, menonton videonya bikin aku some kind of drop atau a little bit shock. Videonya plagiat untuk kedua kalinya! Eh, memangnya mereka pernah punya video plagiat sebelum ini? Iya, coba deh nonton video dari lagu ‘Demi Cinta’. Video itu meniru habis-habisan video dari Korea (atau Jepang?) berjudul ‘Dong Hwa’. Entah mereka mengerti hal ini atau tidak, atau memang sengaja melakukannya, atau mungkin bahkan sudah mendapat izin dari label si penyanyi Korea/Jepang tersebut, I have no idea. I started forgiving them for that only their one-and-only ‘mistake’, tapi kemunculan video terbaru ini membuatku get into this hypotesis bahwa Kerispatih itu sangat payah untuk urusan membuat video klip. Betapa tidak; mereka lagi-lagi meniru video klip luar negeri.
Kali ini ‘korban’nya adalah video klip Mariah Carey yang berjudul ‘Through The Rain’. Memang tidak meniru habis-habisan seperti ‘Demi Cinta’, tapi penokohan, alur cerita, dan beberapa dialognya, mirip. Kalo M.C ceritanya tentang anak perempuan yang kabur dari rumah gedongnya karena hubungannya dengan cowok miskin tidak direstui oleh orangtuanya dan kemudian anak itu hidup berdua dengan cowok miskinnya dan bahagia sampe tua, Kerispatih menampilkan kisah tentang anak perempuan yang hubungannya juga tidak direstui karena pacarnya ‘berbeda’ (gak tau bedanya apa, gak jelas, tapi mungkin karena perbedaan strata ekonomi dan suku), kemudian anak perempuan itu jadi depresi (ada versi lain, yaitu bunuh diri), lalu orangtuanya–yang tadinya tidak menyukai pacar anaknya–berubah jadi ‘baik’ dan sort of meminta cowok itu untuk dateng dan menolong anaknya. Ending yang sedih dan sinetron banget, itulah karakter khas video musik negeri ini.
Coba bandingkan videonya M.C. dan Kerispatih (versi bunuh diri, secara versi ini tidak beredar di TV):
Kenapa ya Kerispatih berulang kali membuat video klip yang meniru video orang lain? Apa mereka (atau sutradara videonya) kehabisan ide atau bermaksud ‘mengadaptasi’ (yang jatuhnya malah jadi meniru), atau, kemungkinan paling aneh, mereka mengklaim bahwa ide video itu benar-benar berasal dari otak-otak mereka? Atau mungkin memang ada kerjasama antara pihak yang meniru dan ditiru?
Tak tahulah saya… One thing I know, this is so irritating me.
However, video yang berasal dari ide yang orisinal akan lebih dihargai. Mau sebagus apapun sebuah video, kalo dari hasil ‘nyontek’, I would more cherish the not-beautiful-but-original one. Kali ini Kerispatih ‘tertolong’ oleh tidak terlalu kentaranya bahwa video ini hasil ‘adaptasi’, karena kemiripannya dengan videonya M.C. hanya di awal-awal saja. Kapan negeri ini bisa lepas dari predikat ‘bangsa peniru’? Yang ditiru juga video-video baru, pula, video yang notabene masuk ke jalur musik Indonesia, bukan video dari musisi tidak dikenal yang berasal dari negara-negara Timur Tengah atau apa… paling tidak, tulisan ini tidak akan di-publish jika kemungkinan terakhir itu betulan.
(Baca: meniru tidak masalah, tapi jangan sampai ketahuan!) :p
6 comments February 25, 2009
The Brilliant Khrisna Anggara
Ada yang pernah denger tentang Khrisna Anggara? Atau sebuah band no-longer-easily-heard bernama Purgatory? Well, nama pertama adalah sutradara video band tersebut, untuk sebuah lagu yang aku lupa judulnya. Personil band itu gahar-gahar banget, dengan topeng dan dandanan freak. Tapi videonya aneh dan unik, karena nyeritain tentang Pecandu Narkoba (PN) yang di akhir video bertemu seorang pria gondrong yang gak dia kenal tapi pria itu ngomong sesuatu kepadanya. PN marah-marah karena Pria Tidak Dikenal (PTD) itu ngomongnya gak jelas. Dalem videonya, penonton dikasi “terjemahan” dari apa yang diomongin PTD, tapi tulisannya kebalik (bacanya harus pake cermin). Dan saking keselnya, (kalo gak salah) PN akhirnya ngebunuh PTD dengan cara nusuk perutnya pake piso. Menjelang kematian PTD, tiba-tiba di tembok di belakang mereka muncul tulisan-tulisan berukuran besar berwarna merah darah. Trus PTD mati, dan PN gak ngerti makna tulisan aneh di dinding itu. Padahal tulisan itu adalah angka-angka seperti 7:172 (lupa yang bener apaan, pokonya formatnya begitu). Artinya, surat nomor 7 ayat 172. Ya, angka-angka itu mengindikasikan sebuah ayat di dalem Al Quran.

PURGATORY: Genre yang unik.
Di suatu kesempetan laen, aku nonton video aneh itu lagi, dan kali itu nyempetin bawa cermin untuk baca teks yang diomongin PTD tadi. Ternyata PTD ngomongin sesuatu yang terlihat seperti kutipan ayat Al Quran gitu… dan begitu aku “cross check” di that Holy Book myself (berdasarkan angka-angka di atas), ternyata isi ayat itu sama dengan yang diomongin PTD. Waaahhh… gile, sutradara macam apa ini? FYI, Purgatory adalah sejenis band hardcore, metal, ato apalah, pokonya band (maaf) “ugal-ugalan” gitu (updated: genre band ini metal religius. Check this link). Lagunya aja garang abis, distorsi gitar dimana-mana, sampe gak jelas lagi gimana nada dan liriknya. Tapi, videonya? Mantep… keren… inspiratif banget!!!
Aku pun mulai browsing nama Khrisna Anggara, tapi nihil. Sejak itu, aku juga gak pernah lagi liat video yang disutradain dia (entah kalo namanya gak ditampilin di videonya).
Pernah nonton videonya Letto yang “Permintaan Hati” atau yang lagi anget-angetnya sekarang; D’Masiv yang “Cinta Ini Membunuhku”? Sutradara ke-2 video itu adalah A.N.G.G.Y. Kuperatiin, ke-2 video itu emang unik-unik. Di Letto, aku suka videonya yang seperti bercerita dan ada teksnya. Di D’Masiv, aku suka efek slow motionnya dan keberaniannya ngancur-ngancurin barang pecah belah, di samping efek para personil bandnya yang seperti tenggelem (gak lupa gelembung-gelembung aernya) tapi settingnya padang belantara.
Trus apa hubungannya ama Khrisna Anggara dan Purgatory?

D’MASIV: Musiknya lumayan bagus…
Pagi ini aku iseng baca-baca majalah Ayahbunda edisi Januari 2008 yang aku dapet sebage bonus dari majalah Reader’s Digest Indonesia edisi Maret 2008. Di rubrik “Ayah”, dimuat sebuah foto pria 27 tahun bernama Khrisna Anggara. Di foto itu, dia lagi gendong seorang bayi 7 bulan bernama Elang. Ada sekelumit kutipan di sebelah kiri foto itu, “… dulu saya dikenal sebagai A.N.G.G.Y, the magnificent error…“. Hah?
Ya, bener. Khrisna Anggara adalah A.N.G.G.Y. Tiga video yang aku bahas di atas adalah hasil karyanya dia. Tiga video made in Indonesia, yang, rarely, I adore much. Dan dia baru 27 taun! Gile… keren banget ni orang! I’m waiting for your next masterpiece, sir!
Anyway, bener kan hasil analisisku? Jangan-jangan tulisan di atas murni hipotesis ngawur lagi… Kebenerannya emang masi dipertanyakan, that’s why I need your verifying comment, tapi… sebuah kebetulan yang menakjubkan, bukan?
10 comments April 29, 2008





