Posts filed under 'College'

Tips Agar Ketika Lulus Kuliah Tidak Menjadi Pengangguran

Tulisan ini dibuat untuk konsumsi pelajar SMA atau SMU atau Madrasah Aliyah atau High School atau apapun. Jika Anda seorang mahasiswa, apalagi sedang menempuh semester-semester akhir, informasi di bawah mungkin tidak terlalu berguna. Jika Anda seorang fresh graduate? Anda mungkin malah merasa menyesal membaca tulisan ini (padahal saya sendiri fresh graduate) atau (mudah-mudahan) merasa flashback. Dengan menyimak tips ini, saya harap nantinya adik-adik tidak perlu bersesak-sesak diri mengantre di depan perusahaan yang sedang membuka lowongan pekerjaan, atau mengirim ratusan surat lamaran via pos maupun email, atau bahkan sampai memohon-mohon diberi pekerjaan oleh relasi atau kerabat.

Syarat untuk menjalankan tips ini:
1. Berstatus pelajar SMA
2. Mempunyai rencana untuk kuliah setelah lulus SMA
3. Sedang bingung ingin kuliah dimana dan mengambil jurusan apa
4. Ingin bekerja kantoran setelah kuliah, bukan menjadi wirausaha
5. Ingin diberi kemudahan dan waktu yang singkat dalam mencari pekerjaan setelah lulus kuliah (tidak berlama-lama menjadi pengangguran)
6. Tidak ingin menikah di usia mendekati 30 atau lebih hanya karena keadaan finansial tidak mencukupi atau, worse, tidak punya pekerjaan

Memenuhi syarat? Inilah tips berikut:
1. Pada saat mendaftar kuliah, pilihlah universitas atau institut atau sekolah yang memiliki reputasi sangat–maksud saya SANGAT–baik di mata masyarakat. Sebagai contoh, di kota Surabaya, pilihlah Institut Teknik Surabaya (ITS) atau Universitas Airlangga (Unair) untuk yang negeri, dan pilihlah Universitas Kristen Petra (UK Petra) atau Universitas Katolik Widya Mandala (UWM) atau Universitas Surabaya (Ubaya) untuk yang swasta. Perusahaan besar cenderung merekrut mereka yang lulus dari sekolah bergengsi dibanding mereka yang lulus dari sekolah yang tidak terlalu dikenal, apalagi yang bereputasi kurang baik.

2. Dari awal masa perkuliahan, yaitu semester 1, adik-adik harus bisa meraih Indeks Prestasi Semester (IPS) di atas 3. Indeks Prestasi dalam bahasa Inggris dinamakan Grade Point Average (GPA). Pada semester-semester berikutnya, pertahankan IPS 3 koma tersebut, hingga sampai adik-adik lulus kuliah, semua IPS itu akan dikumulatifkan dan jika IPS selama ini 3 koma, IP kumulatifnya juga pasti 3 koma. Walau sesungguhnya tidak berhubungan erat dengan prestasi di dunia kerja nantinya, bagaimanapun perusahaan-perusahaan besar yang bonafid, bahkan sampai perusahaan-perusahaan yang tidak terlalu besar, hampir seluruhnya mensyaratkan IPK minimum 3 koma sebagai syarat masuk karyawan baru. Jika IPK adik-adik masih berada di antara 2,81 hingga 2,99, kemungkinan adik-adik masih berada di level aman. Namun jika IPK adik-adik tidak lebih dari 2,80, adik-adik harus berusaha ekstra keras dalam bersaing dengan mereka-mereka yang IPK-nya 3 koma, apalagi dengan mereka yang berpredikat cum laude.

3. Selama masa perkuliahan, dari awal semester, usahakanlah mengikuti berbagai kegiatan ekstrakurikuler atau Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM); istilahnya berorganisasi. Dengan belajar berorganisasi, adik-adik akan terbiasa menghadapi permasalahan dengan banyak karakter orang, terbiasa berpikir kritis dan objektif, terbiasa berkomunikasi, dan terbiasa aktif bergerak untuk mengembangkan diri. Hal-hal ini sangat penting ketika adik-adik melamar pekerjaan nantinya, sebab hal-hal inilah yang sering ditanyakan oleh perusahaan berkaitan dengan kegiatan adik-adik selama kuliah. Jika adik-adik aktif berorganisasi, itu menjadi nilai tambah yang sangat bagus untuk kemungkinan diterimanya adik-adik di perusahaan tersebut.

4. Waktu perkuliahan yang tidak mengikat biasanya membuat adik-adik akan memiliki banyak waktu luang. Isilah waktu luang tersebut dengan kegiatan-kegiatan positif yang konstruktif, misalnya kursus bahasa asing, kursus alat musik, bermain band atau teater, menjadi relawan di LSM, berorganisasi di komunitas luar kampus, mengunjungi kampus-kampus lain untuk menambah pergaulan, dan sebagainya. Kemampuan diri adik-adik akan berkembang, wawasan menjadi luas, dan relasi bertambah banyak. Bisa jadi adik-adik mendapatkan pengalaman baru dan prestasi dari kegiatan-kegiatan itu, yang mana hal itu akan sangat bermanfaat sebagai penilaian pihak perusahaan ketika mereka mempelajari résumé adik-adik.

5. Untuk mengisi waktu luang, adik-adik juga bisa bekerja paruh waktu. Carilah pekerjaan-pekerjaan yang tidak mensyaratkan adik-adik untuk lulus kuliah terlebih dahulu; biasanya hal ini akan menjadi mudah jika adik-adik mempunyai relasi yang luas. Mereka pasti akan dengan senang hati memberikan informasi kepada adik-adik perihal lowongan pekerjaan yang sesuai dengan kompetensi adik-adik. Pengalaman kerja ini, sesingkat atau semudah apapun, akan menjadi informasi yang SANGAT berguna ketika adik-adik melamar pekerjaan “sungguhan” saat lulus kuliah. Perusahaan cenderung memilih orang-orang yang sudah berpengalaman untuk dipekerjakan.

Demikian tips dari saya. Semoga adik-adik dapat menjalani hari-hari perkuliahan kelak dengan lancar dan menyenangkan. Percayalah, masa depan tidak terbentuk begitu saja; kita sendiri yang harus merancangnya dan melakukannya dari sekarang. Ya. Mulailah dari sekarang. Tips yang saya berikan dapat turut membantu adik-adik mengambil keputusan. Selamat kuliah!

3 comments February 10, 2009

I’m Done.

This Saturday could not be better anymore even though I might be passed with a (s)cum laude title. Selesai sudah acara penganugerahaan gelar wisuda yang oleh para orang tua dianggep sebagai acara yang sangaaaaaaat penting, sampe semua bela-belain pake baju terbaik dan polesan muka glamor. I rest my case!

I was at my shit face. There’s something mistakeable with my eyes that makes me moaningly look like a chinese (cheap) doll, that my smile would rise tragicly. But still the photographers had to take my pictures (I do hope they burn and fail), even the local campus journalist did the same no matter how hard I shook my head.

I took my family’s pictures after the tiring graduation-this-and-that. I didn’t even bother making memories with my friends. I saw them humiliating themselves taking pictures together like there’s no tomorrow while my mind thought of sleeping and resting like I don’t need anything else. I’m done. I quit. Let me loose.

It’s time for the true lesson in my life…

P.S. Dalam banyak hal, rasanya aku mirip Isabella Swan. Introvert? Antisosial? Mungkin… *sigh*

2 comments December 6, 2008

Graduating

OK, I’m now graduated from this damned college. Hey, I heard some unexplainable issues saying that this is going to be a university that would have the religious name… is it matter? Yes since the religion is not mine, too. It makes me feel like grateful just to step out of this place; I quit! I made it! I don’t give a damn to any of things call their name ’score’–they won’t matter at all when you live your life. Would they occur when you marry? Would they take any parts on your baby-feeding? After all, no matter what kinda job I am going to be, I will nevertheless be a wife, an undeniably house-based wife.

Oh anyway, where have I been these delayed weeks? Well, I was… wait, I think I have to go, there are these urgent priorities I must hold now… I’ll write on here once I am finished, promise. C u!

1 comment September 9, 2008

Previous Posts


Thank you for visiting my blog! I hope you enjoy your time here. Please forgive me for any bad words or pictures I might undeliberately put in here. Please leave some comments and thank you for coming back again.

RSS Quote of the Day

My Tweets

Contact

New Writings

Categories

Monthly Posts

Most Popular

Friends' Blogs

RSS Kompas.com Perempuan

RSS Detik.com

Other Information

Click to view my Personality Profile page

Content copyrighted.