Posts filed under 'Books'
The Book of Lost Things
With new cardigan and new shades of nail polish I’m typing this ‘review’.
Awalnya ceritanya terkesan mengada-ada. Tentang menerobos dunia lain, Tukang Kayu yang mengingatkan aku akan leprechaun di film Chronicles of Narnia, manusia serigala… tapi walaupun cukup absurd, kekontrasannya dengan kehidupan nyata terasa menggetarkan. Sang pengarang kentara banget berusaha memaparkan hal-hal mengerikan–sangaaaat mengerikan. Mr. Connolly banyak menuliskan hal-hal yang bikin bulu kuduk merinding, yang kadang terasa agak pretensius, tapi sekaligus bikin gak bisa berenti baca. Pada akhirnya, buku ini menawarkan kisah yang lebih dari sekedar cerita misteri. Gimana caranya? Mungkin karena kehandalan pengarangnya?
Such a conspicuous book. Aku merekomendasikan buku ini tidak untuk mereka yang mencari hiburan semata; camkan itu baik-baik! Rating versi aku: 4 dari 5. Ayo, dibaca, dibaca…
Oh ya, haven’t I told you the title of the book? Judul aslinya adalah The Book of Lost Things.
Add comment September 21, 2008
Tentang Facebook dan Blogging
Lama ya aku gak nulis disini. Sebetulnya ada, dan bahkan banyak, topik yang pengen ditulis… tapi begitu mo mulai ngetik, tiba-tiba moodnya ngilang aja gitu. Aku sekarang lebih banyak mencurahkan diri (halah) di Facebook aku. Sebuah situs social network yang kereeeen gila. Bisa aja gitu aku diinjek-injek ama ‘pesona’nya; sesuatu yang tidak aku dapet di situs social network lain where I belong to. Keliatannya biasa aja, tapi Facebook menawarkan, uhm, gimana ya? Something like kemudahan berinteraksi, mengomentari every single stuff our friends did, ketersediaan aplikasi-aplikasi yang ‘menunjang’, dengan tampilan yang elegan (kalo dulu nggak) dan teratur. Bukan social network yang sekedar ngeadd, trus nulis komentar, dan majang foto-foto doang. Hahihuheho.
Anyway, aku lagi baca sebuah novel nih. Ceritanya sumpah aneh dan pada awalnya terasa agak di-make up gitu. Pengarangnya memodifikasi dongeng-dongeng lama, menjadi versi gelap dan gak cocok lagi buat anak-anak. Judulnya The Book of Lost Things, karangan John Connolly. Imajinatif, menghibur, tapi pada beberapa bagian terasa berlebihan. Well, kok sok mengkonklusi ya? Baca aja baru sampe halaman tengah-tengah. Hehe. Tunggu aja reviewnya nanti, right on this blog.
So, now when something comes up in mind, I put it in my Facebook notes. Lebih prefer nulis disitu, untuk pembahasan yang gak panjang-panjang banget; but you have to be my friends to read them, so guys… I advise you, start logging on to Facebook now and you’ll fell like you’re matter at last. Hahaha. Ini link untuk masuk ke halaman Facebook aku. Kalo bingung on how to start, feel free to contact me, ok?
Add comment September 17, 2008
Baca Buku is the Best Thing to Do!
Kenapa sih orang-orang suka liburan ke luar kota? I prefer nonton TV ato DVD di rumah, baca setumpuk buku (preferably novels), atau going online untuk ngisi hari libur. Kalo keluar rumah, aku lebi suka jalan-jalan ke toko buku, mall, butik yang harganya reasonable, atau duduk di gerai kopi/donat sambil baca majalah/buku atau internetan. Ah, what a holiday…
Masi di dalem kota, aman, terlindungi, dan nyaman. Mungkin banyak orang bilang, itu gak seru. Orang selalu lebi banyak yang milih liburan di luar kota atau luar negeri, backpacking ke situs-situs wisata, pokonya mereka bisa dibilang anti liburan di dalem kota deh. Pada nyari suasana baru. Ahahaha, aku justru suka suasana kota–rame, aman, nyaman, semuanya ada, bisa kemana-mana sendiri… yah, after all, Surabaya still has the goodness that offers me a thought about staying.
Atau aku adalah tipe orang yang takut keluar dari ’safe zone’ aku? Takut nyoba hal-hal yang aku pikir gak bakal bisa aku lakuin? Agaknya iya. Bukannya aku setakut itu sih; aku cuman lebih suka kalo aku ada di wilayah aman itu, no need to worry about unknown things, no need to nervous of plans ahead.
Kayaknya tulisan ini dibikinnya telat ya, secara hari ini sebetulnya masa liburan udah abis. Bodo ah.
Let’s talk about this day. It’s much tiring, since I now have this habit of early morning waking, karena harus nganterin dua adekku ke sekolah. Jadi sekarang hari-hari aku dimulai dari jam setengah 6 pagi. I’ve got to do this early morning driving (kebalikan ama yang sapa tuh, yang suka nge-late nite driving, ehehe) untuk kemudian pas udah balik ke rumah disambung ama beres-beres rumah. Abis gitu, kalo gak ke kampus, ya nganter-nganter ibuku kemanaaa gitu. Trus jam 1 atau 2 harus jemput adekku lagi. Huuh… oleh karena itu, aku gak bisa lagi tidur malem-malem kayak sebelumnya. Jam 8 malem mata udah berat, dan jam 10 udah siap-siap merem. Kroookk…
Sempet ketiduran segala pas di tukang jait tadi, tidurnya dengan pose duduk dan tangan ngelipet di meja (as I used to do in high school :p), dan tidurku itu bener-bener tidur. Sampe mimpi-mimpi gitu. Tau-tau pas dibangunin ibuku, I wonder where I was, uhuh yea that stupid. Padahal sebelumnya aku masi sempet baca beberapa lembar A Thousand Splendid Suns (can’t leave home without a good book) tapi kantuk (bahaya laten, kayanya) terlalu menguasai.
Tau-tau aja tadi siang, dengan perkiraan TKP di Pasar Pucang, handphone ibuku ilang. Kayanya sih jatoh gitu pas doi keluar dari mobil. Begitu nyadar, udah lewat sekitar setengah jam-an dari perkiraan waktu jatohnya. Langsung deh aku dan ibuku tadi menginterogasi orang-orang yang tadi berinteraksi ama kita gitu. Nothing… dan sampe situlah kisah perjalanan N73 itu bersama ibuku (gak tau lagi kalo malingnya tobat.)
Anyway, postingan kali ini gak fokus banget ya. Sebenernya banyak yang pengen aku tulis berkaitan dengan hari ini, tapi… males. Well, see you.
Image courtesy of cartoonstock.com and digestive.niddk.nih.gov.
1 comment July 18, 2008





