Tuhan Maha Tahu, Tapi Dia Menunggu – Sebuah (Sok) Analisis Tentang Bahasa

January 7, 2012 at 6:07 pm 3 comments


Baru aja beli buku Kumpulan Cerita Leo Tolstoy: Tuhan Maha Tahu, Tapi Dia Menunggu terbitan Jalasutra. Buku ini pasti mengandung pesona magis yang kuat, sebab aku–yang dikenal sangat strict dalam membeli buku: buku yang kubeli harus masih rapat terbungkus plastik, nggak lecek, dan bersih–tetap membelinya walaupun kondisi buku ini sudah nggak terbungkus plastik dan terdapat bekas-bekas sidik jari orang di sana-sini. Kertasnya juga sudah agak lecek di beberapa tempat.

Leo Tolstoy's God Sees the Truth, But Waits

Tapi aku tetap membelinya. Kenapa?

  1. Karena, dibaca sekilas di awal-awalnya, buku ini kelihatannya bagus
  2. Buku ini adalah satu-satunya stok yang ada di toko buku diskon yang aku datangi itu
  3. Buku ini berisi karya-karya salah seorang sastrawan paling termahsyur yang pernah ada di dunia.

Namun aku menemukan kesalahan yang cukup mengganggu pada salah satu cerita, yaitu yang berjudul Tuhan Maha Tahu, Tapi Dia Menunggu. Tepatnya pada kalimat terakhir. Pada versi bahasa Inggris, yang aku baca di The Literature Network dengan judul God Sees the Truth, But Waits, terdapat kalimat berikut.

In spite of what Aksionov had said, Makar Semyonich confessed, his guilt. But when the order for his release came, Aksionov was already dead.

Dan pada versi yang ada di buku, begini terjemahannya.

Makar Semyonich masih belum merasa puas. Ia mengakui kesalahannya kepada yang berwajib. Ketika Aksionov akan dibebaskan, ia dijumpai sudah tak bernyawa lagi.

Lihat perbedaannya? Saat aku membaca bukunya, aku mendapat asumsi bahwa yang meninggal disini adalah Makar Semyonich. Namun setelah membaca versi bahasa Inggrisnya, aku menangkap kesan bahwa Aksionov-lah yang meninggal. Ini hal yang sangat fatal. Jika pembaca memiliki perbedaan kesan mengenai siapa yang akhirnya meninggal dalam cerita ini, maka cerita yang ingin disampaikan Tolstoy menjadi rancu dan tidak tersajikan dengan baik, hanya karena penerjemah salah memilih kalimat. Penerjemah harus bertanggung jawab terhadap jutaan pembaca yang salah tangkep maksud dari seorang Leo Tolstoy!

Menurutku, seharusnya kalimat terakhir itu lebih baik diganti dengan:

Ketika akan dibebaskan, Aksionov dijumpai sudah tak bernyawa lagi.

Dengan kalimat ini, pembaca tak akan mendapat kerancuan mengenai siapa yang meninggal, sebab–menurut analisis ngacoku tentang bahasa–kalimat tersebut mengandung subjek yang diletakkan dalam dua kalimat yang terpisah, namun memiliki hubungan. Tak ada kata-kata “dia” yang cenderung membangkitkan perbedaan persepsi. Sebab “dia” yang dimaksud pengarang dan “dia” yang ditangkap pembaca sangat memungkinkan menghasilkan perbedaan pendapat; apalagi jika kalimatnya tidak disusun dengan baik. Sangat fatal!

Coba lihat contoh berikut.

Ani dan ibunya pergi ke supermarket. Ani tahu, dia akan membeli banyak bahan makanan untuk acara malam nanti.

Pertanyaannya, siapakah yang akan membeli banyak bahan makanan untuk acara malam nanti? Ani atau ibunya? Apa kamu menemukan kerancuan dalam mengidentifikasi kalimat ini? Gimana menurut kamu tentang apa yang kuduga sebagai kesalahan terjemahan pada buku sepenting karya sastrawan Rusia yang hidup pada awal abad 20 ini? Atau aku yang memang salah? Yuk diskusi!

About these ads

Entry filed under: Books. Tags: , , , , .

Senandung Hujan Khawatir

3 Comments Add your own

  • 1. titiw  |  February 28, 2012 at 11:22 am

    Aaah.. aku baru mau baca trus udah kena spoileran.. huhuhu.. padahal pengen baca tolstoy yg ini.. hehe..

    Reply
    • 2. Fansi  |  February 29, 2012 at 1:34 pm

      Yaah forgive me lah mba ;) aku cuman ngebahas bahasanya aja kan ya? Tapi emang sih.. Pas di endingnya.. Hehe. Tapi jangan bosen2 maen kesini ya?

      Reply
  • 3. Khawatir « Howdy, Fansi.™  |  February 29, 2012 at 2:32 pm

    [...] Leo Tolstoy: “Tuhan maha tahu, tapi Dia [...]

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Thank you for visiting my blog! I hope you enjoy your time here. Please forgive me for any bad words or pictures I might undeliberately put in here. Please leave some comments and thank you for coming back again.

RSS Quote of the Day

  • William James
    "Whenever two people meet, there are really six people present. There is each man as he sees himself, each man as the other person sees him, and each man as he really is."

My Tweets

  • The moment when you're about to give up is usually the moment right before the miracle happens. Never give up 4 hours ago
  • Flat 11 hours ago
  • Kyrie, fons bonitatis 1 day ago
  • Alfred ... I did find someone 1 day ago
  • The worst thing in life is to end up with people that make you feel all alone 1 day ago

Contact

Books I Love

Monthly Posts

Other Information

Click to view my Personality Profile page

Content copyrighted.


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 383 other followers

%d bloggers like this: