Pergantian Tahun Ini
December 31, 2011 at 5:24 pm 4 comments
Sebenernya nggak kepikir untuk nulis sesuatu yang spesifik disini, tapi setelah diperhatiin ternyata bulan Desember aku belum menulis satu hurufpun dan itung-itung ini pun menjadi postingan terakhir di tahun 2011, so here I write another piece of crap.

Ngebahas apa, ya? Tahun baru? Hmmm. Basi, sih. Tapi mari menulisnya dari perspektif pribadi. Yaitu hal-hal yang identik pada tahun baru.
1. Merayakan malam pergantian tahun
Dulu setiap malem tahun baru biasanya aku keluar rumah. Entah sama keluarga (paling sering), temen-temen, sampe pacar (kalo pas punya). Tapi entah sudah beberapa tahun terakhir ini, ada kali 4 tahun, aku menghabiskan malem yang katanya penting itu di rumah aja. Ngapain di rumah? Nonton TV dan makan. Udah. Selain males kemana-mana, aku kurang nyaman sama suasana yang terlalu rame, udara malem yang dingin, dan jam tidur yang kebuang sia-sia.
Lagian sebetulnya, bukankah setiap hari adalah hari baru yang mestinya pun patut dirayain? Karena rupa-rupanya nggak semua orang memiliki keberuntungan bangun di pagi hari dalam keadaan sehat dan bahagia? Kenapa cuma tahun baru? Tahun kan cuma sekedar angka. Pertambahan umur, oke. Tapi bukanlah umur yang ternyata menentukan kualitas hidup seseorang. Umur, sekali lagi, cuma sekedar angka. Begitu juga tahun baru.
2. Bikin resolusi
Sebetulnya nggak ada masalah dengan membuat resolusi. Tapi coba, deh, seberapa persen sih resolusi itu biasanya sanggup dijalanin? Pasti banyak yang nggak terkabul, kan? Membuat resolusi seringkali berarti meninggikan harapan: well, berharap adalah sesuatu yang sangat baik, namun adanya resolusi mengakibatkan harapan menjadi semacam obsesi–yang ujung-ujungnya malah menjerumuskan kita ke tindakan-tindakan yang malah bertentangan dengan norma dan etika pribadi maupun bermasyarakat. #belajarPPKN
Aku nulis gini bukannya nggak suka bikin resolusi. Buku-buku harianku tiap tahunnya dipenuhi oleh resolusi-resolusi. Tapi tahun ini aku mau ngubah pola pikir: nggak perlu banyak-banyak berresolusi, jalanin aja sebaik-baiknya hidup ini dan nikmatin aja setiap tawa, air mata, bahagia, atau siksaan yang mungkin menerpa. Yang pasti jangan lupa untuk selalu berpikir positif dan nggak mudah dikalahin keadaan seburuk apapun. Sebab pasti selalu ada jalan
3. Tahun baru = hari baru (yang lain)
Pada hari Minggu kuturut ayah ke kota aku biasa bersepeda sama adekku atau temen kantor aku. It takes me to wake up too early at such holiday tapi aku menikmatinya. Disadari atau nggak, pada tanggal 1 Januari 2012, sebuah hari baru yang baru aja dirayain orang-orang dengan gegap gempita karena bagi mereka hari ini adalah “sesuatu”, hanyalah suatu hari baru berisi rutinitas yang sama seperti hari-hari sebelumnya. Jadi kenapa harus membuang uang, energi, dan waktu untuk sekedar menunggu hari berganti (menurut penanggalan buatan Julius Caesar)? Toh, ketika bangun, kita nggak lantas menjadi orang yang 1,000 kali lebih kaya atau tiba-tiba aku jadi istri Josh Hartnett atau James Franco… It’s just another day, kalo kata Paul McCartney
Pastinya kita harus selalu merenung atau melakukan kontemplasi akan apa yang sudah kita hadapi setahun terakhir ini. Apakah ada pencapaian, kemunduran, atau stagnan? Apapun itu, tak ada yang harus dirisaukan. Jika kita merasa banyak melakukan dan mendapat kebaikan, mari bersyukur. Jika stagnan, mari ditingkatkan dengan cara positif. Jika menurun, kocok dadunya trus maenin ulernya maka waktunya kita untuk belajar dan bekerja dengan lebih semangat!
Selamat datang, 2012!
Sumber gambar: http://the-best-newcar-2011.blogspot.com
Entry filed under: Life Lessons. Tags: .






1.
doth | January 1, 2012 at 8:57 am
ahaha..aku suka bagian resolusinya. Ngga perlu muluk2, bener bgt untuk mnikmati setiap tangis dan tawanya. Aaah ga kepikir nulis beginian.
Enw, selamat tahun baru ya. Smg lbh sukses di semua aspek kehidupan. Amien…
ROCK N ROLL..!!
2.
Fansi | January 2, 2012 at 8:35 pm
Ihik.. Jadi terharu, ada yang suka pandanganku.. Ihik..
Kamu juga ya bang. Syukurilah apa yang ada, yakinlah bahwa yang terjadi padamu adalah yang terbaik yang dikasih Allah, dan sering2lah liat keadaan orang lain yang nggak seberuntung kamu.
Life is good, once you start accepting it.
Oh no. Aku kedengeran kayak Mario Teguh.
3.
d0th | January 4, 2012 at 8:37 am
Super sekali pak mario! *ala choki sitohang*
4.
Fansi | January 4, 2012 at 8:44 am
Lu kate guah Mario Teguh!?
Tapi bagus kan ya petuah yang kutulis?
Nggak mainstream kan?
*nimpuk sepatu hak tinggi*